Drama di Balik Layar: FIFA Nyaris Ubah Aturan Adu Penalti Piala Dunia 2026, Kok Batal?
Bayangkan tim jagoanmu kalah lewat adu penalti hanya karena kalah dua kali lempar koin sebelum bola pertama ditendang. Terdengar tidak adil, kan? Nah, isu inilah yang sempat memicu drama regulasi di tengah Piala Dunia 2026. Menariknya, cerita ini berakhir dengan cara yang mungkin tidak kamu duga.
Usulan yang Bikin Heboh
FIFA sempat melempar kejutan menjelang fase gugur. Kabar menyebut bahwa FIFA berencana mengubah secara mendadak peraturan adu penalti, khususnya di bagian mekanisme undian koin. Kenapa ini penting? Karena selama ini, terdapat dua kali lempar koin sebelum babak adu penalti berlangsung — satu untuk menentukan giliran penendang, satu lagi untuk sisi gawang. FIFA menilai sistem ini bisa memberi keuntungan ganda yang tidak adil bagi satu tim.
Dalam proposal yang diajukan ke IFAB, pemenang lemparan koin tunggal berhak memilih untuk menendang pertama kali atau menentukan sisi gawang, bukan keduanya. Buat kamu yang suka detail taktik, hak memilih urutan menendang atau sisi gawang bisa memberi keuntungan psikologis yang lumayan besar. Cek langsung tegangnya laga fase gugur lewat jadwal dan pantau prediksi tiap partai.
Ujungnya Malah Batal
Setelah publik menanti keputusan, plot twist pun datang. Menurut laporan yang dikutip Beritasatu, FIFA memutuskan membatalkan rencana perubahan aturan adu penalti setelah berdiskusi dengan IFAB. Artinya, seluruh pertandingan yang berlanjut hingga adu penalti tetap menggunakan prosedur dua kali lemparan koin. IFAB memang terbuka untuk menguji sistem lemparan tunggal di kompetisi lain, tapi bukan di panggung sebesar ini.
Jadi, kalau nanti kamu menyaksikan bintang seperti Lionel Messi atau Kylian Mbappe harus berjibaku di titik putih, ingatlah bahwa aturannya masih sama seperti sebelumnya. Ikuti terus perjalanan tim favoritmu lewat statistik lengkap turnamen ini.
Sumber berita: CNN Indonesia, RRI, Suara.com, Beritasatu; Foto: Wikimedia Commons





๐ฌ Komentar (0)