Haaland Bungkam Brazil, Norwegia Curi Tiket Perempat Final di MetLife
Brazil 2-1 Norway
Brazil 1-2 Norway
MetLife Stadium menjadi saksi kejutan besar di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Brazil, yang datang sebagai favorit di bawah asuhan Carlo Ancelotti, justru pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari Norwegia yang tenang dan efisien racikan Stale Solbakken.
Ancelotti menurunkan skema 4-4-2 yang mengandalkan transisi cepat, sementara Solbakken memilih 4-3-3 yang berorientasi pada penguasaan bola. Ironisnya, jalannya laga sepenuhnya berbeda dari cerita akhir. Norwegia mendominasi possession hingga 67 persen, namun peluang emas pertama justru milik Brazil.
Menit ke-14 menjadi momen yang akan menghantui kubu Selecao. Wasit menunjuk titik putih untuk Brazil, dan Bruno Guimaraes maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya gagal membuahkan gol. Penalti yang meleset itu seakan menjadi pertanda bahwa keberuntungan tidak berpihak pada tim Samba pada malam itu.
Solbakken melakukan perubahan berani sejak awal babak kedua. Menit ke-46, Oscar Bobb dan Antonio Schjelderup masuk menggantikan Alexander Sorloth dan Antonio Nusa. Keputusan itu terbukti brilian. Schjelderup menjelma menjadi otak serangan yang menghidupkan lini depan Norwegia.
Ancelotti tak tinggal diam. Endrick dimasukkan pada menit ke-58 menggantikan Matheus Cunha, disusul gebrakan ganda di menit ke-67 saat Neymar dan Danilo Santos menggantikan Gabriel Martinelli serta Rayan. Brazil mencoba menambah daya dobrak, namun dominasi bola tak kunjung berbuah gol.
Badai datang di menit ke-79. Schjelderup melepas umpan matang yang disambar Erling Haaland untuk membobol gawang Brazil dan membawa Norwegia memimpin 1-0. Di menit yang sama, Ancelotti memasukkan Ederson menggantikan Bruno Guimaraes, sebuah pertaruhan untuk membalikkan keadaan.
Alih-alih membalas, Brazil justru kembali dihukum. Menit ke-90, duet Schjelderup dan Haaland kembali beraksi. Sekali lagi Schjelderup menjadi kreator dan Haaland menuntaskan peluang dengan dingin, menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Dua gol dari sang predator itu praktis mengunci nasib Selecao.
Drama belum usai. Menit ke-90+6, Neymar diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan lawan lewat sebuah tripping yang dinilai wasit sebagai pelanggaran taktis di tengah tekanan Brazil mengejar ketertinggalan. Solbakken merespons dengan memasukkan Leo Ostigard menggantikan D. Wolfe di menit 90+5 untuk memperkuat pertahanan.
Harapan tipis muncul pada menit ke-90+10 ketika Brazil kembali mendapat penalti. Kali ini Neymar tampil sebagai algojo dan sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Namun gol itu hadir terlambat, hanya menyisakan penyesalan atas peluang-peluang yang terbuang sepanjang laga.
Statistik menggambarkan paradoks pertandingan ini. Brazil melepaskan 14 tembakan dengan 4 mengarah ke gawang dan memenangi lima sepak pojok, tetapi lemah dalam penguasaan bola yang hanya 33 persen. Norwegia lebih efisien dengan 9 percobaan dan 5 di antaranya tepat sasaran, membuktikan bahwa kualitas eksekusi mengalahkan kuantitas peluang.
Bagi Ancelotti, kegagalan penalti dini menjadi titik balik yang mahal. Sementara Solbakken layak dipuji atas keberanian pergantian pemain yang mengubah wajah timnya. Norwegia melaju ke perempat final dengan penuh percaya diri, sementara Brazil harus menelan pil pahit tersingkir dari turnamen yang begitu mereka idam-idamkan.





๐ฌ Komentar (0)