⚽ Jumat, 17 Juli 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

Sihir Messi Balikkan Keadaan, Argentina Patahkan Mimpi Inggris di Atlanta

🕒 kemarin · ✍️ Redaksi 2Babak · 🤖 Dibantu AI
Sihir Messi Balikkan Keadaan, Argentina Patahkan Mimpi Inggris di Atlanta
🎯 Rapor Tebakan Kami untuk Laga Ini
Prediksi kami
England 1-2 Argentina
Hasil akhir
England 1-2 Argentina
✓ Skor kami PAS — tepat sasaran.
🔮 Baca analisis pra-laga kami →

Mercedes-Benz Stadium menjadi saksi drama yang menghancurkan hati publik Inggris. Dalam duel semifinal Piala Dunia 2026, Argentina membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Inggris, dengan dua gol yang lahir di sepuluh menit terakhir dari kaki dan otak seorang Lionel Messi.

Thomas Tuchel menurunkan skema 4-2-3-1 yang bertumpu pada soliditas dua gelandang bertahan, sadar timnya bakal banyak bertahan menghadapi dominasi Argentina. Di seberang lapangan, Lionel Scaloni memasang 4-1-4-1 dengan Messi sebagai jantung kreativitas di lini serang. Perbedaan filosofi itu langsung tergambar di lapangan: Argentina menguasai 64 persen bola dan melepaskan 15 tembakan, sementara Inggris hanya mencatat lima percobaan dengan penguasaan bola 36 persen.

Babak pertama berjalan panas. Pada menit ke-37, Elliot Anderson menerima kartu kuning setelah menjegal lawan yang lolos di area tengah. Argentina pun tak luput dari catatan wasit; Lautaro Martinez diganjar kartu kuning pada menit ke-42 karena menahan pemain Inggris dengan tarikan.

Memasuki babak kedua, Cristian Romero menambah daftar pelanggaran Argentina dengan holding di menit ke-51, memicu kekhawatiran Scaloni akan barisan pertahanannya. Justru di tengah tekanan itu, Inggris mengejutkan tuan gawang. Menit ke-55, Anthony Gordon menyambar umpan matang Morgan Rogers dan menaklukkan kiper Argentina. The Three Lions memimpin 1-0 dan tampak berada di ambang final.

Scaloni bereaksi cepat. Nicolas Gonzalez masuk menggantikan Leandro Paredes pada menit ke-64, dan gelombang pergantian besar dilakukan di menit ke-72 saat Rodrigo de Paul, Gonzalo Montiel, dan Nicolas Otamendi diturunkan sekaligus untuk menambah amunisi. Tuchel merespons dengan memasukkan Ezri Konsa demi memperkuat pertahanan, menarik keluar Gordon sang pencetak gol.

Tekanan Argentina kian bertubi-tubi. Enam sepak pojok mereka lepaskan sepanjang laga, menandakan seberapa sering bola menempel di pertahanan Inggris. Scaloni bahkan menarik keluar Nicolas Tagliafico untuk memasukkan kembali Lautaro Martinez di menit ke-81, sebuah keputusan yang kelak berbuah manis.

Inggris coba menahan gempuran dengan memasukkan Dan Burn dan Nathan O'Reilly pada menit ke-82. Namun tembok itu retak pada menit ke-85. Messi menyodorkan bola menawan kepada Enzo Fernandez yang menuntaskannya dengan tenang, membuat kedudukan menjadi 1-1 dan mengubah atmosfer stadion.

Ketika laga seolah menuju perpanjangan waktu, Messi kembali menjadi arsitek malapetaka. Di menit ke-90+2, umpannya yang presisi disambut Lautaro Martinez untuk menjebol gawang Inggris dan menyempurnakan comeback Argentina menjadi 2-1. Dua assist beruntun sang kapten menjadi cerita utama malam itu.

Suasana sempat memanas di masa injury time. De Paul menerima kartu kuning pada menit ke-90+4 karena perilaku tidak sportif, sementara Tuchel nekat memasukkan Ivan Toney dan Marcus Rashford di menit ke-90+6 untuk mencari keajaiban yang tak kunjung datang.

Dengan 15 tembakan dan efisiensi mematikan di ujung laga, Argentina membuktikan bahwa penguasaan yang mereka bangun sepanjang pertandingan akhirnya berbuah tiket final. Bagi Inggris, kekalahan ini terasa kejam: memimpin selama tiga puluh menit, namun runtuh oleh sentuhan-sentuhan magis pemain nomor 10 lawan.

🔮 Sebelum laga kami prediksi skor 1-2 — baca analisisnya →🎯 Lihat rekam jejak akurasi prediksi kami →
Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya