Drama di Balik Layar: AFA Argentina Diselidiki FBI Soal Aliran Dana USD 260 Juta di Tengah Piala Dunia 2026
Kamu pasti mengira drama Argentina di Piala Dunia 2026 cuma soal 90 menit di lapangan. Ternyata tidak. Di saat La Albiceleste melaju ke perempat final, sebuah kabar mengejutkan justru datang dari ruang-ruang penyelidikan federal Amerika Serikat — dan ini bisa jadi mimpi buruk yang tak diminta di tengah perburuan gelar.
Menurut sejumlah laporan yang bersumber dari media Argentina La Nación dan Diario AS, FBI dan jaksa Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan atas aktivitas keuangan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). "No criminal charges have been announced," tegas laporan tersebut, jadi statusnya masih tahap awal dan belum ada dakwaan resmi. Tapi angkanya bikin melongo.
Perusahaan Florida dan Aliran USD 260 Juta
Pusat penyelidikan ada pada TourProdEnter LLC, perusahaan berbasis Florida yang disebut bertindak sebagai agen penagih kontrak komersial internasional AFA. Berdasarkan dokumen yang ditelaah, sekitar USD 260 juta mengalir lewat perusahaan itu melalui lima bank besar AS seperti Citibank, Bank of America, JPMorgan, PNC Bank, dan Synovus. Sekitar USD 57 juta lainnya dikabarkan disalurkan ke berbagai individu dan perusahaan tanpa justifikasi ekonomi yang jelas. Penyelidik menelaah apakah transaksi ini melanggar hukum AS, termasuk dugaan pencucian uang dan penipuan.
Yang bikin panas, kabar ini muncul persis setelah kemenangan kontroversial 3-2 Argentina atas Mesir yang penuh sorotan soal keputusan wasit. Presiden AFA Claudio "Chiqui" Tapia sendiri bukan nama baru dalam pusaran hukum — ia sebelumnya sempat dijerat kasus penghindaran pajak. Sejauh ini, penyelidikan disebut belum mengganggu langkah Argentina yang tetap tancap gas di turnamen. Mau tahu siapa lawan mereka berikutnya? Cek jadwal perempat final dan pantau profil Lionel Messi yang bakal jadi tumpuan. Sambil menunggu, kamu bisa intip prediksi laga-laga panas lainnya.
Sumber berita: Miami New Times, Outlook India, The Daily Star; Foto: Wikimedia Commons




๐ฌ Komentar (0)