Dingin dan Efisien, Spanyol Bekuk Prancis di Dallas untuk Tembus Final
France 1-0 Spain
France 0-2 Spain
Dallas Stadium menjadi saksi ketangguhan Spanyol yang tampil begitu terukur untuk menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada babak semifinal Piala Dunia 2026. La Roja asuhan Luis de la Fuente meracik pola 4-1-2-3 yang rapi, sementara Didier Deschamps yang memasang formasi 4-2-3-1 gagal menemukan celah untuk membalikkan keadaan.
Atmosfer panas terasa sejak menit awal. Baru sembilan menit berjalan, wasit sudah mengeluarkan kartu kuning pertama untuk Adrien Rabiot akibat aksi keras (roughing) di lini tengah. Peringatan itu seolah menjadi tanda bahwa Prancis akan bermain dengan tempo tinggi namun kurang disiplin sepanjang laga.
Petaka pertama bagi Les Bleus datang pada menit ke-22. Spanyol mendapatkan hadiah penalti, dan Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor. Dengan tenang ia menaklukkan kiper Prancis untuk membuka keunggulan 1-0. Gol dini itu memaksa Deschamps mengambil keputusan cepat: pada menit ke-30 ia menarik William Saliba dan memasukkan Maxence Lacroix, sebuah perubahan yang menandai kegelisahan di lini belakang tuan rumah.
Satu menit setelahnya, giliran Spanyol yang harus berhati-hati ketika Marc Cucurella diganjar kartu kuning, juga karena permainan kasar. Meski begitu, La Roja tetap memegang kendali dengan penguasaan bola tipis 51 persen dan tampil lebih sabar dalam membangun serangan.
Di jeda turun minum, Deschamps kembali berjudi dengan memasukkan Manu Kone menggantikan Rabiot yang sudah dibayangi kartu. Namun harapan Prancis justru semakin pupus di menit ke-58. Dani Olmo menjadi kreator dengan umpan matang yang diselesaikan Pedro Porro secara sempurna. Skor 2-0 untuk Spanyol dan Prancis kini dalam tekanan berat.
Deschamps tak tinggal diam. Ia menghadirkan Desire Doue menggantikan Bradley Barcola pada menit ke-57, lalu memasukkan Rayan Cherki dan Theo Hernandez sekaligus di menit ke-72 untuk menambah daya dobrak. Sayangnya, meski Prancis mengoleksi tujuh sepak pojok dan melepaskan sepuluh tembakan dengan tiga di antaranya tepat sasaran, tembok pertahanan Spanyol tetap kokoh.
De la Fuente merespons dengan cerdas. Pada menit ke-74 Ferran Torres masuk menggantikan sang pahlawan penalti Oyarzabal, disusul Mikel Merino dan Pedri yang meredam ritme tengah Prancis di menit ke-78. Rotasi bek dan sayap lewat masuknya Marcos Llorente dan Nico Williams pada menit ke-84 menutup ruang gerak tuan rumah.
Frustrasi Prancis memuncak di menit ke-86 ketika bintang mereka, Kylian Mbappe, ikut mengantongi kartu kuning karena pelanggaran keras. Kartu itu seolah menegaskan betapa buntunya serangan Les Bleus malam itu.
Statistik menggambarkan laga yang berimbang secara angka namun timpang dalam hasil. Penguasaan bola nyaris seri, 51 persen milik Spanyol berbanding 49 persen Prancis. Keduanya sama-sama melepaskan sepuluh tembakan, tetapi Spanyol jauh lebih efisien. Prancis bahkan mendominasi sepak pojok tujuh berbanding satu, tanpa mampu mengubahnya menjadi gol.
Kemenangan ini mengantarkan Spanyol melangkah ke partai puncak Piala Dunia 2026 dengan penampilan penuh ketenangan. Sementara bagi Prancis, mimpi mempertahankan asa juara harus terhenti di tanah Dallas.





๐ฌ Komentar (0)