Salah ke Al Hilal Bukan Kemunduran — Tapi Liverpool yang Sebenarnya Kalah
Ada narasi malas yang selalu muncul tiap kali nama besar Eropa dikaitkan Arab Saudi: "dia cuma kejar uang." Kami menolak framing itu untuk kasus Mohamed Salah. Yang benar-benar layak dipertanyakan bukan kenapa Salah mau ke Al Hilal — tapi kenapa Liverpool sampai membiarkan salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah klubnya pergi gratis di usia yang masih produktif.
Faktanya singkat saja: menurut laporan jurnalis Brasil Bruno Andrade yang dikutip Tribuna dan TEAMtalk, Al Hilal menjadikan Salah target utama lini serang mereka setelah Piala Dunia 2026, dengan kontrak tiga tahun senilai sekitar €60 juta plus opsi tahun keempat yang bisa menembus €80 juta. Statusnya sebagai pemain bebas transfer — kontrak Liverpool-nya berakhir 30 Juni 2026 — membuat operasi ini jauh lebih sederhana karena tak ada negosiasi antarklub.
Kenapa ini lebih besar dari sekadar transfer
Yang menarik buat kami: Salah tampil oke di Piala Dunia bersama Mesir, dan tetap ada Roma, Juventus, serta Fenerbahce yang ingin mempertahankannya di Eropa. Artinya ini bukan kasus pemain habis yang tak punya pilihan. Ini pilihan. Dan pilihan itu diambil setelah musim terakhir yang, jujur saja, tak sesuai standar Salah maupun Liverpool.
Di sinilah kami bersikap: keputusan Liverpool merobek kontrak Salah setahun lebih awal adalah gambling yang bisa jadi bumerang. Klub sekelas Liverpool seharusnya bisa merancang perpisahan yang lebih bermartabat — testimonial, peran duta, atau minimal transfer berbayar yang mengembalikan sebagian nilai. Melepasnya gratis ke pasar yang haus bintang justru mempertegas kesan bahwa hubungan itu sudah retak.
Soal Saudi sendiri, kami tak akan munafik. Liga Saudi memang belum kompetitif di level tertinggi, dan sebagian pengamat akan mencibir. Tapi menyalahkan Salah karena menerima gaji besar di penghujung karier, sementara klub Eropa sendiri sudah tak menawarinya masa depan, itu standar ganda yang malas.
Prediksi kami: kesepakatan ini akan rampung tak lama setelah turnamen di Piala Dunia 2026 usai. Dan bila benar terjadi, sejarah akan mencatat bukan Salah yang menutup babak Eropa-nya dengan buruk — melainkan Liverpool yang gagal mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang pantas untuk seorang legenda. Laporan dikumpulkan dari Tribuna, TEAMtalk, dan Goal; foto Mohamed Salah.





๐ฌ Komentar (0)