⚽ Senin, 13 Juli 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

Senegal Tak Sabar: Pape Thiaw Ditendang, Nama Patrick Vieira Langsung Mengapung

๐Ÿ•’ baru saja BARU ยท โœ๏ธ Redaksi 2Babak
Senegal Tak Sabar: Pape Thiaw Ditendang, Nama Patrick Vieira Langsung Mengapung

Kalau kalian pikir federasi sepak bola cuma lambat kalau soal membayar bonus, coba lihat Senegal. Belum genap sepekan setelah Singa Teranga terkapar di babak 32 besar, kepala Pape Thiaw sudah menggelinding. Cepat, dingin, dan tanpa banyak basa-basi.

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi mengakhiri masa jabatan Thiaw sebagai pelatih kepala. Keputusan diambil setelah rapat Komite Eksekutif pada Sabtu, 11 Juli 2026, dan menyeret pula seluruh staf teknisnya. Piala Dunia 2026 jadi panggung terakhir sang pelatih 45 tahun itu.

Yang bikin cerita ini pahit: Senegal kalah dramatis 3-2 dari Belgia. Padahal sempat unggul dua gol sampai menit-menit akhir sebelum akhirnya keunggulan itu menguap dan mereka takluk lewat perpanjangan waktu. Rasanya seperti menang lotre, lalu tiketnya kena hujan.

Grup neraka, lalu semuanya berantakan

Perjalanan Thiaw di turnamen memang tak mulus. Senegal kalah dari Prancis dan Norwegia di fase grup sebelum menghajar Irak 5-0 untuk lolos sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik. Modal 5-0 itu ternyata tak cukup meredam ekspektasi publik yang, jujur saja, sudah kadung tinggi setelah tim ini melaju jauh di Piala Afrika.

Dan drama tak berhenti di ruang rapat. Gelandang Pape Gueye mengumumkan rehat dari timnas selama manajemen yang sekarang masih berkuasa — sinyal jelas bahwa ada api dalam sekam di ruang ganti.

Bocoran suksesor: sosok kelahiran Dakar

Nah, ini bagian yang bikin saya, sebagai penikmat gosip transfer pelatih, langsung menegakkan punggung. Menurut laporan media Prancis L'Equipe, Patrick Vieira disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi panas ini. Ironis sekaligus puitis: Vieira memang membela Prancis sepanjang kariernya, tapi ia lahir di Dakar sebelum hijrah ke Prancis pada usia delapan tahun.

Soal jam terbang, mantan kapten Les Bleus itu bukan orang baru di bangku pelatih — pernah menangani New York City FC, Crystal Palace, hingga Genoa. Sejak meninggalkan Genoa pada 2025, ia menganggur dan mengisi waktu sebagai pengamat selama turnamen ini. Kebetulan yang manis, bukan?

FSF menjanjikan konferensi pers untuk menjelaskan alasan lengkap keputusan tersebut. Sampai itu terjadi, silakan pantau perkembangan lain lewat kanal berita kami. Kabar dan detail pemecatan ini dihimpun dari laporan Kompas.com, VIVA, serta Morocco World News; foto Pape Thiaw bersumber dari dokumentasi Getty Images/dpa.

Reaksimu:

๐Ÿ’ฌ Komentar (0)

โ† Kembali ke daftar berita

๐Ÿ“ฐ Berita Lainnya