Drama Adu Penalti di BC Place: Swiss Sikat Kolombia Usai 120 Menit Buntu
Switzerland 1-0 Colombia
Switzerland 0-0 Colombia
Piala Dunia 2026 kembali menyuguhkan tontonan yang menguras emosi. Di babak 16 besar yang digelar di BC Place, Swiss dan Kolombia bertahan hingga menit ke-120 tanpa mampu saling membobol. Skor 0-0 memaksa laga berlanjut ke adu penalti, panggung di mana saraf pemain diuji habis-habisan.
Murat Yakin menurunkan Swiss dengan formasi 4-2-3-1, menumpukan keseimbangan pada dua gelandang bertahan di depan lini pertahanan. Di seberang, Nestor Lorenzo memilih 4-4-1-1 untuk Kolombia, berharap James Rodriguez menjadi otak serangan. Namun sepanjang pertandingan, kedua tim justru saling mengunci ruang. Kolombia sedikit lebih dominan dengan 51 persen penguasaan bola dan lima percobaan, tetapi hanya satu yang mengarah tepat sasaran. Swiss bahkan lebih efisien dengan dua tembakan yang keduanya menemui bidang, meski tak satu pun berbuah gol.
Babak kedua menghadirkan intensitas yang meningkat. Menit ke-51, Granit Xhaka diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan lawan lewat aksi tripping. Denis Zakaria menyusul di menit ke-59 dengan pelanggaran serupa, sebelum Luis Suarez dari Kolombia dihukum kartu kuning semenit berikutnya karena menahan gerak lawan. Lorenzo lalu menyegarkan lini serang di menit ke-66, memasukkan Juan Quintero dan Jhon Campaz menggantikan Rodriguez dan Arias.
Memasuki babak perpanjangan waktu, tensi kian panas. Davinson Sanchez mendapat kartu kuning di menit ke-95 karena holding, sementara Miro Muheim menyusul di menit ke-105 akibat permainan kasar. Yakin terus memutar strateginya, memasukkan Zeki Amdouni di menit ke-103 dan Ruben Vargas lebih awal di penghujung waktu normal, langkah yang kelak berperan besar di babak adu penalti.
Ketika wasit meniup peluit tanda 120 menit usai tanpa gol, laga berpindah ke titik putih. Di sinilah drama sesungguhnya dimulai. Quintero membuka keunggulan Kolombia dengan tendangan mulus, dibalas Xhaka yang sukses menuntaskan tekanan untuk Swiss. Titik balik terjadi saat Davinson Sanchez gagal mengeksekusi, membuka celah bagi Amdouni yang dengan tenang mengonversi peluangnya menjadi keunggulan Swiss.
Campaz sempat menyamakan kedudukan untuk Kolombia, tetapi giliran Manuel Akanji yang gagal, menyeimbangkan tekanan. Carlos Hernandez lantas menambah derita Kolombia dengan eksekusi yang meleset, sementara Cedric Itten menjaga ketenangan menuntaskan gilirannya bagi Swiss. Luis Diaz masih menjaga asa Kolombia lewat penalti yang sukses, namun Vargasโpemain pengganti yang masuk di menit ke-90+2โtampil sebagai pahlawan dengan menyempurnakan tembakan penentu.
Kombinasi tiga eksekusi gagal dari kubu Kolombia menjadi penentu segalanya. Sanchez, Akanji sisi Swiss yang sempat gagal, lalu Hernandez, membuat perhitungan matematika condong ke arah tim asuhan Yakin. Ketenangan para penendang Swiss di momen paling krusial membayar tuntas kebuntuan sepanjang 120 menit.
Bagi Kolombia, kegagalan tiga algojo menjadi luka yang sulit dilupakan. Lorenzo boleh berbangga dengan penguasaan bola dan jumlah peluang timnya, tetapi sepak bola kerap tak berpihak pada dominasi. Swiss, dengan efisiensi dan mental baja di titik putih, melaju ke babak berikutnya dan membuktikan bahwa terkadang bertahan sabar hingga akhir adalah strategi yang paling manjur di panggung sebesar Piala Dunia.





๐ฌ Komentar (0)