Banting Harga Romero ke 40 Juta Pound? Tottenham Sedang Menghancurkan Nilai Kaptennya Sendiri
Ada satu hal yang membuat kami geleng-geleng kepala di meja redaksi pagi ini: bagaimana mungkin sebuah klub sebesar Tottenham begitu putus asa menjual kaptennya sendiri sampai rela memangkas harga dua kali dalam hitungan pekan? Kalau ini disebut strategi pasar, maka itu strategi paling amatir yang kami lihat musim panas ini.
Faktanya singkat saja. Menurut laporan TeamTalk, Spurs kini mematok banderol hanya 40 juta pound untuk Cristian Romero, turun dari ekspektasi awal minimal 50 juta pound, di tengah minat Real Madrid, Barcelona, dan Inter Milan. Itu fakta pemicunya. Sisanya, izinkan kami bersikap.
Ini bukan tawar-menawar, ini menyerah
Romero baru berusia 28 tahun, terikat kontrak sampai 2029, dan masih salah satu bek tengah terbaik di sepak bola internasional. Dia juga jantung pertahanan saat Spurs mengangkat trofi Liga Europa 2025. Aset dengan profil seperti itu tidak dijual di harga diskon kecuali klubnya benar-benar kehilangan pegangan. Dan menurut kami, itulah yang sedang terjadi di Tottenham.
Yang membuat kami curiga bukan angkanya semata, tapi pola pikirnya. Datangnya Jan Paul van Hecke dari Brighton dengan mahar sekitar 52 juta pound, ditambah Andrew Robertson dan Marcos Senesi yang datang gratis, jelas mengirim sinyal: Roberto De Zerbi sudah menyingkirkan Romero dari rencananya. Masalahnya, begitu seluruh dunia tahu kamu wajib menjual, daya tawarmu langsung ambruk. Real Madrid dan Barcelona membaca itu dengan sempurna.
Yang justru diuntungkan adalah calon pembeli
Bayangkan ironinya. Real Madrid, yang dikaitkan Mourinho dengan Romero, bisa mendapatkan bek juara Piala Dunia di harga yang lebih murah dari banyak gelandang kelas dua. Barcelona, yang bahkan belum menganggap bek tengah sebagai prioritas, malah dikasih peluang emas untuk menawar santai sambil menunggu Spurs makin panik. Ini bukan pasar yang sehat bagi penjual, ini obral.
Kami paham situasi internal Tottenham berantakan sejak musim 2025-26 yang nyaris berujung degradasi, dan hubungan Romero dengan manajemen memburuk. Tapi kekacauan ruang ganti bukan alasan untuk menjual aset premium seperti barang loak. Klub yang cerdas menahan harga justru saat pembeli banyak, bukan menurunkannya.
Prediksi kami: kalau Spurs benar melepas Romero di kisaran 40 juta pound, ini akan jadi salah satu penjualan paling merugikan musim panas 2026, dan dalam dua tahun mereka akan menyesalinya saat harus membeli pengganti dengan harga jauh lebih mahal. La Liga jadi tujuan yang paling masuk akal buat sang pemain, dan tebakan kami Madrid yang akan tersenyum paling lebar. Laporan bersumber dari TeamTalk dan TheHardTackle; foto Cristian Romero.





๐ฌ Komentar (0)