⚽ Rabu, 15 Juli 2026
2BABAK.Sepak Bola Indonesia & Dunia
Piala Dunia

Jersey Biru Tua Argentina: Klenik, Nostalgia Maradona, dan Sindiran Pedas Netizen Jelang Lawan Inggris

๐Ÿ•’ baru saja BARU ยท โœ๏ธ Redaksi 2Babak
Jersey Biru Tua Argentina: Klenik, Nostalgia Maradona, dan Sindiran Pedas Netizen Jelang Lawan Inggris

Jujur saja: kadang sepak bola itu bukan cuma soal 4-3-3 atau pressing tinggi. Kadang ia soal takhayul, tahyul yang diwariskan dari kakek ke cucu, dari Maradona ke Messi. Dan menjelang semifinal Piala Dunia 2026, Argentina memilih untuk percaya pada tahyul itu — secara terang-terangan.

La Albiceleste tidak sedang meminta wasit yang menguntungkan atau lapangan yang lebih rata. Mereka cuma minta satu hal ke FIFA: izin memakai kaus biru tua. Argentina dilaporkan mengajukan permintaan khusus untuk mengenakan jersey tandang berwarna biru tua saat menghadapi Inggris, dan kabarnya FIFA menyetujui permintaan tersebut.

Kenapa Ribut soal Warna Kaus?

Karena warna itu bukan warna biasa. Ini warna kemenangan bersejarah. Messi dan kawan-kawan sepanjang turnamen ini nyaris selalu tampil dengan kostum kandang bergaris biru muda-putih. Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina baru sekali mengenakan jersey biru tua, yakni saat menang 3-1 atas Yordania di fase grup lewat gol Giovani Lo Celso, Lautaro Martinez, dan Messi.

Nah, di sinilah Cábala masuk. Jika permintaan itu dikabulkan, banyak yang meyakini keputusan tersebut berkaitan dengan budaya takhayul yang dikenal sebagai Cábala di Argentina, tradisi yang dipercaya membawa keberuntungan bagi tim nasional. Laporan BBC bahkan menyebut sekitar satu dari empat warga Argentina punya ritual khusus demi kemenangan Timnas.

Warisan Maradona di Azteca

Buat yang belum paham betapa keramatnya kaus ini: pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Diego Maradona mengenakan jersey biru tua ketika mencetak gol legendaris "Tangan Tuhan" plus gol solo melewati lima pemain Inggris. Argentina menang 2-1 dan berujung juara dunia.

Yang bikin merinding, kisah di balik kaus itu justru penuh improvisasi. Pelatih Carlos Bilardo saat itu tak puas dengan kualitas jersey biru yang ada karena dinilai terlalu tebal. Stafnya kemudian berburu sampai menemukan seragam biru polos di sebuah toko di kawasan Tepito, Mexico City — kaus yang bahkan belum bernomor dan lambang AFA-nya ditempel manual pakai setrika.

Dua belas tahun kemudian, di Piala Dunia 1998, Argentina lagi-lagi memakai biru tua saat menyingkirkan Inggris lewat adu penalti — laga yang dikenang karena kartu merah David Beckham. Menariknya, putra Diego Simeone, Giuliano Simeone, kini justru menjadi bagian skuad Argentina 2026.

Netizen Tak Tinggal Diam

Tentu saja, keputusan ini langsung jadi bahan olok-olok. Argentina disindir habis-habisan karena dianggap mendapat perlakuan istimewa dari FIFA. Salah satu komentar warganet yang paling menohok kira-kira berbunyi: "mintalah Inggris untuk bermain dengan 10 pemain." Pedas, tapi jujur bikin ngakak.

Yang lucu, secara teknis jersey utama Argentina yang bergaris putih-biru langit sebenarnya tak bakal bentrok fatal dengan kostum putih Inggris. Artinya, ini murni urusan hati — bukan urusan regulasi kontras warna.

Laga penentu ini digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis dini hari WIB, dan menjadi pertemuan pertama kedua rival abadi ini di Piala Dunia sejak 2002. Apakah biru tua kembali jadi jimat, atau justru Inggris yang mematahkan mitos? Cek dulu prediksi dan jadwalnya sebelum begadang. Yang jelas, di panggung sebesar ini, bahkan pilihan warna kaus pun sudah jadi drama tersendiri.

Dirangkum dari laporan CNN Indonesia, Kompas.com, dan Medcom.id yang mengutip jurnalis Argentina Gastón Edul; foto: Lionel Messi (AFP/Getty Images).

Reaksimu:

๐Ÿ’ฌ Komentar (0)

โ† Kembali ke daftar berita

๐Ÿ“ฐ Berita Lainnya