Penalti Gagal Tak Hentikan Messi, La Pulga Borong Dua Gol Tundukkan Austria di Arlington
AT&T Stadium di Arlington menjadi panggung kebangkitan Lionel Messi pada laga kedua Grup Piala Dunia 2026. Kapten Argentina sempat menatap kegagalan ketika eksekusi penaltinya gagal di menit ke-9, tetapi ia menebusnya dengan dua gol untuk memastikan kemenangan 2-0 atas Austria asuhan Ralf Rangnick.
Lionel Scaloni menurunkan formasi 4-4-2 yang langsung menekan sejak peluit awal. Hadiah penalti datang cepat di menit kesembilan, namun Messi yang maju sebagai algojo justru gagal menaklukkan kiper Austria. Kegagalan itu sempat membuat stadion hening, tetapi tidak meredupkan determinasi sang megabintang.
Austria yang bermain dengan pakem 4-2-3-1 mencoba mengandalkan transisi cepat, namun penguasaan bola mereka tertahan di angka 46 persen. Argentina perlahan mengambil kendali permainan dengan 54 persen penguasaan bola dan terus menggedor pertahanan lawan.
Kesabaran Albiceleste berbuah manis di menit ke-38. Berawal dari umpan terukur Facundo Medina, Messi menuntaskan peluang dengan sentuhan dinginnya untuk membuka keunggulan 1-0. Gol itu seketika mengubah ritme laga dan mengembalikan kepercayaan diri tim Tango.
Dua menit berselang, tensi pertandingan memanas. Bek Austria Stefan Posch dihukum kartu kuning di menit ke-40 akibat tindakan tidak sportif (unsportsmanlike conduct), menandai babak pertama yang ditutup dengan keunggulan Argentina.
Memasuki babak kedua, Scaloni mulai memutar roda pergantian. Nicolas Otamendi masuk menggantikan Cristian Romero di menit ke-57 untuk menambah pengalaman di lini belakang. Disusul Julian Alvarez yang menggantikan Thiago Almada pada menit ke-64, lalu Nicolas Gonzalez masuk menggantikan Lautaro Martinez semenit kemudian, menyuntikkan tenaga segar di lini serang.
Rangnick merespons dengan tiga perubahan sekaligus di kisaran menit 67-68. Marco Friedl menggantikan David Alaba, Alexander Prass masuk untuk Posch, dan Marko Arnautovic dimasukkan menggantikan Paul Wanner demi menambah daya gedor. Namun, gempuran Austria tak pernah benar-benar mengancam, terbukti dari hanya satu tembakan tepat sasaran sepanjang laga dari total enam percobaan.
Laga sempat memanas di menit ke-76 ketika Facundo Medina dan Konrad Laimer sama-sama menerima kartu kuning karena perilaku tidak sportif dalam insiden yang melibatkan keduanya. Friksi itu menggambarkan betapa ketatnya duel fisik di lapangan tengah meski Argentina sudah unggul.
Scaloni kembali melakukan rotasi di menit ke-82 dengan memasukkan Leandro Paredes menggantikan Rodrigo de Paul dan Nicolas Tagliafico menggantikan Medina. Paredes sempat tercatat dalam daftar pelanggar saat menerima kartu kuning di menit 90+2 akibat aksi kasar (roughing).
Ketika laga seakan menuju akhir, Messi kembali menunjukkan kelasnya. Di menit 90+5, La Pulga menyempurnakan penampilannya dengan gol kedua sekaligus menutup kemenangan 2-0. Brace ini menjadi pembuktian bahwa kegagalan penalti di awal laga hanyalah catatan kecil dalam pertunjukan besar sang maestro.
Dengan dominasi 11 tembakan berbanding enam dan lima di antaranya tepat sasaran, Argentina layak meraih tiga poin penuh. Hasil ini memperkuat posisi mereka di grup, sekaligus mengingatkan dunia bahwa Lionel Messi belum kehilangan magisnya di pentas Piala Dunia.




๐ฌ Komentar (0)