Piala Dunia

Berani di Lumen Field, Mesir Tahan Belgia Lewat Drama Gol Bunuh Diri

πŸ“… 15 Juni 2026 Β· ✍️ Redaksi 2Babak
Berani di Lumen Field, Mesir Tahan Belgia Lewat Drama Gol Bunuh Diri

Lumen Field menjadi saksi kejutan kecil di laga perdana fase grup Piala Dunia 2026. Belgia, yang diasuh Rudi Garcia dengan formasi 4-2-3-1, gagal menundukkan Mesir besutan Hossam Hassan dan harus puas berbagi angka 1-1. Sebuah hasil yang terasa berat sebelah jika hanya melihat papan skor, namun adil bila menelaah keberanian Faraonik sepanjang sembilan puluh menit.

Laga panas sejak dini. Belum genap seperempat jam, wasit sudah mengeluarkan kartu kuning untuk Mohamed Attia pada menit ke-13 akibat menjegal lawan. Hanya semenit berselang, Timothy Castagne menyusul ke buku catatan setelah menahan pergerakan pemain Mesir. Tensi tinggi itu seolah menjadi pemanasan bagi kejutan yang datang pada menit ke-19.

Adalah Mohamed Salah yang menjadi otaknya. Sang bintang melepas umpan matang yang dituntaskan dengan dingin oleh Emam Ashour. Mesir memimpin, dan tribun pendukung mereka pecah. Belgia, dengan penguasaan bola sedikit lebih unggul di angka 53 persen, justru tampak kesulitan menembus disiplinnya barisan pertahanan Mesir yang rapat. Tekanan itu bahkan kembali memunculkan kartu kuning bagi Ahmed Fatouh pada menit ke-34, lagi-lagi karena pelanggaran menjegal.

Memasuki babak kedua, Garcia tak mau menunggu lebih lama. Pada menit ke-56 ia melakukan perombakan ganda, memasukkan Nicolas Raskin menggantikan Castagne yang sudah dibebani kartu, serta Maxim De Cuyper untuk Amadou Onana. Perubahan ini menambah daya dobrak lini tengah Belgia yang sebelumnya tumpul.

Momentum penyama kedudukan akhirnya tiba pada menit ke-66, dan ironisnya datang dari kaki pemain Mesir sendiri. Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri yang membuat papan skor berubah menjadi 1-1. Di menit yang sama, Garcia menyuntikkan Romelu Lukaku menggantikan Charles De Ketelaere, sebuah sinyal jelas bahwa Belgia ingin menambah gol.

Hossam Hassan merespons dengan memutar rodanya. Raed Rabia masuk menggantikan Ashour pada menit ke-71, lalu sepuluh menit kemudian giliran Zizo serta Hamdi Abdelkarim diturunkan, dengan keputusan berani menarik Salah keluar di menit ke-76. Pada menit yang sama, De Cuyper yang baru masuk justru menerima kartu kuning karena menahan lawan.

Belgia terus menggempur. Total mereka melepas 14 tembakan dengan tiga mengarah ke gawang, jumlah yang persis sama dengan Mesir yang juga melepas 14 percobaan dan tiga tepat sasaran. Bedanya, Mesir tampil lebih sering memanfaatkan situasi bola mati, terbukti dari tujuh sepak pojok berbanding hanya dua milik Belgia.

Menjelang akhir, Garcia mengeluarkan kartu terakhirnya pada menit ke-86 dengan memasukkan Malick Fernandez-Pardo dan Hans Vanaken untuk menggantikan Jeremy Doku dan Kevin De Bruyne. Hassan menutup dengan dua perubahan defensif pada menit ke-89, memasukkan Ibrahim Adel dan Karim Hafez demi mengamankan satu poin.

Usaha bertahan Mesir membuahkan hasil. Dengan 14 pelanggaran berbanding 15 milik Belgia, laga ini memang penuh benturan, namun Faraonik berhasil keluar dengan kepala tegak. Bagi Belgia, hasil imbang ini menjadi peringatan dini bahwa nama besar saja tak cukup di Piala Dunia 2026.

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya