Drama 120 Menit di Lumen Field: Belgia Bangkit dari Jurang untuk Tundukkan Senegal
Belgium 2-1 Senegal
Belgium 3-2 Senegal
Lumen Field menjadi saksi salah satu drama paling memukau di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Belgia harus melewati jalan berliku, tertinggal dua gol, sebelum akhirnya menaklukkan Senegal dengan skor tipis 3-2 melalui perpanjangan waktu yang menegangkan.
Rudi Garcia menurunkan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan penguasaan bola, sementara Bouna Thiaw Pape memilih 4-3-3 agresif untuk Senegal. Justru pendekatan menyerang Senegal yang lebih dulu membuahkan hasil. Pada menit ke-25, Habib Diarra melepaskan sepakan yang membobol gawang Belgia dan membungkam publik di Seattle.
Keunggulan itu digandakan tak lama setelah turun minum. Menit ke-51, Ismaila Sarr menyelesaikan umpan matang Moussa Niakhate untuk membuat Senegal unggul dua gol. Belgia terlihat kalut, dan Garcia langsung merespons dengan mengubah wajah timnya sejak awal babak kedua. Romelu Lukaku sudah dimasukkan menggantikan Charles De Ketelaere pada jeda, disusul Nicolas Raskin dan Dodi Lukebakio yang menggantikan Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku pada menit ke-56.
Tensi meningkat di lini tengah. Wasit mengganjar Brandon Mechele dengan kartu kuning pada menit ke-64 akibat pelanggaran keras (roughing), sebelum Lamine Camara dari kubu Senegal menerima ganjaran serupa pada menit ke-67 atas pelanggaran kasar. Duel semakin panas, tercermin dari catatan 21 pelanggaran yang dilakukan Belgia sepanjang laga.
Garis waktu berubah dramatis di sepuluh menit terakhir waktu normal. Menit ke-86, Thomas Meunierโyang baru masuk menggantikan Maxim De Cuyperโmelepaskan umpan yang dituntaskan Lukaku untuk memperkecil ketertinggalan. Momentum langsung berpihak pada Belgia. Hanya tiga menit berselang, Youri Tielemans menyambar assist Leandro Trossard untuk menyamakan kedudukan 2-2 dan meledakkan tribun pendukung Belgia.
Suasana kian keruh ketika Garcia sendiri menerima kartu kuning pada menit ke-90 di pinggir lapangan. Kedua tim akhirnya harus melanjutkan pertarungan ke perpanjangan waktu. Pape merombak barisannya secara total, memasukkan Nicolas Jackson dan Mamadou Diouf pada menit ke-93, lalu menambah Sapoko Ndiaye pada menit ke-96 demi menyuntik energi baru.
Belgia pun menyesuaikan, menarik Trossard dan memasukkan Amadou Onana pada menit ke-109 untuk memperkuat lini tengah dalam pertarungan fisik yang menguras stamina. Skor bertahan imbang hingga detik-detik akhir, sampai sebuah momen krusial terjadi di menit ke-120+5. Belgia mendapat hadiah penalti, dan Tielemans dengan tenang menjadi algojo untuk melengkapi brace pribadinya sekaligus memastikan kemenangan 3-2.
Dari sisi statistik, laga berlangsung nyaris seimbang. Belgia mencatat penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen milik Senegal. Anak asuh Garcia melepaskan 19 tembakan dengan lima mengarah ke gawang, sementara Senegal punya 16 percobaan dengan jumlah tembakan tepat sasaran yang sama, lima kali. Belgia juga lebih unggul dalam perolehan sepak pojok, empat berbanding dua.
Kemenangan ini menegaskan mental juara Belgia yang menolak menyerah meski sempat terpuruk. Senegal boleh pulang dengan kepala tegak setelah menampilkan permainan berani, namun ketajaman dan ketenangan Tielemans di menit-menit akhir menjadi pembeda. Garuda Setan Merah pun melangkah ke babak berikutnya dengan penuh keyakinan.





๐ฌ Komentar (0)