Piala Dunia

Cunha Pesta Gol, Vinicius Menutup Babak Pertama: Brazil Lumat Haiti 3-0 di Philadelphia

📅 20 Juni 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak
Cunha Pesta Gol, Vinicius Menutup Babak Pertama: Brazil Lumat Haiti 3-0 di Philadelphia

Brazil tampil meyakinkan di Lincoln Financial Field, Philadelphia, dengan menundukkan Haiti tiga gol tanpa balas pada matchday kedua fase grup Piala Dunia 2026. Tim asuhan Carlo Ancelotti memilih pendekatan menyerang lewat formasi 4-3-3, berhadapan dengan strategi bertahan rapat 5-4-1 yang diusung Sebastien Migne.

Isyarat bahwa laga akan berlangsung keras muncul sejak menit ke-4, ketika bek Haiti C. Arcus sudah mengantongi kartu kuning akibat aksi roughing—pelanggaran kasar yang mencoba menahan laju serangan awal Selecao. Pengetatan barisan pertahanan Haiti sempat membuat Brazil kesulitan menembus, namun bendungan itu akhirnya jebol.

Menit ke-23, Matheus Cunha membuka keran gol dengan penyelesaian dingin untuk membawa Brazil unggul. Cunha kembali jadi mimpi buruk pertahanan Haiti pada menit ke-36, kali ini menuntaskan umpan matang Vinicius Junior untuk melengkapi brace pribadinya. Dua gol dalam tempo singkat itu mematahkan disiplin lima bek Haiti yang sebelumnya begitu rapat.

Ancelotti melakukan penyesuaian sebelum jeda dengan memasukkan Rayan menggantikan Raphinha pada menit ke-40, menjaga kesegaran lini serang. Keputusan itu seakan menambah tekanan, dan tepat di masa tambahan babak pertama, menit 45+3, giliran Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan assist cerdik Lucas Paqueta, sang bintang menjadikan skor 3-0 untuk Brazil.

Drama belum usai di penghujung babak pertama. Pada menit 45+4, penyerang Haiti F. Pierrot diganjar kartu kuning karena elbowing alias sikut, menutup paruh pertama yang penuh frustrasi bagi tim Karibia tersebut.

Memasuki babak kedua, Migne langsung melakukan dua pergantian sekaligus dengan menarik Arcus dan Pierrot, digantikan D. Simon dan W. Isidor untuk menyuntik energi baru. Namun perubahan itu tak banyak mengubah jalannya pertandingan. Ancelotti pun memberi kesempatan kepada pemain mudanya pada menit ke-64, menarik dua bintang lapangan tengah dan depan, Lucas Paqueta dan Matheus Cunha, untuk memasukkan Gabriel Martinelli dan Endrick.

Intensitas fisik tetap tinggi. Bek Brazil Douglas Santos menerima kartu kuning pada menit ke-65 setelah melakukan pelanggaran kasar, disusul D. Jean Jacques dari kubu Haiti yang juga diganjar kartu serupa pada menit ke-72 karena roughing. Wasit cukup sibuk mengatur laga yang mencatat 15 pelanggaran dari Haiti dan 13 dari Brazil.

Statistik mempertegas dominasi Selecao. Brazil menguasai 57 persen jalannya bola dan melepaskan delapan tembakan dengan lima mengarah ke gawang—efisiensi yang berbuah tiga gol. Menariknya, Haiti juga melepaskan delapan tembakan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran dan tak satu pun mampu merobek gawang Brazil. Kedua tim sama-sama mencatatkan empat sepak pojok.

Menjelang akhir laga, Ancelotti merotasi tim lebih jauh dengan memasukkan Danilo Santos dan Ederson menggantikan Vinicius Junior serta Bruno Guimaraes pada menit ke-81, menjaga stamina para pilarnya untuk pertandingan berikutnya.

Kemenangan ini menegaskan ketajaman lini depan Brazil sekaligus menjadi modal psikologis penting di fase grup. Bagi Haiti, kekalahan ini menjadi pelajaran bahwa bertahan rapat saja tak cukup menahan gempuran kolektif Selecao yang dikomandoi Ancelotti.

🔮 Sebelum laga kami prediksi skor 1-0 — baca analisisnya →🎯 Lihat rekam jejak akurasi prediksi kami →
Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya

🔮Prediksi Skor

🚩 Lapor / Masukan

Nemu bug, link rusak, halaman error, atau punya saran? Kirim ke kami — dibaca langsung oleh admin. (Maks 1 laporan/hari.)