Ounahi Menari di Houston, Maroko Kubur Mimpi Kanada di NRG Stadium
Canada 1-0 Morocco
Canada 0-3 Morocco
Malam di NRG Stadium menjadi milik Maroko. Pasukan asuhan Mohamed Ouahbi tampil dingin dan efisien untuk menaklukkan Kanada 3-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2026, sekaligus memupus harapan tuan rumah bersama untuk melangkah lebih jauh.
Babak pertama berjalan panas, kental dengan gesekan fisik ketimbang peluang bersih. Kanada yang diracik Jesse Marsch dalam formasi 4-4-2 justru lebih banyak melakukan pelanggaran, dan wasit sibuk mengeluarkan kartu. Richie Halhal menerima kartu kuning pertama pada menit ke-20 akibat aksi kasar (roughing). Ketegangan memuncak di menit ke-40 ketika Achraf Hakimi dan Richie Laryea sama-sama dihukum kartu kuning karena unsportsmanlike conduct dalam sebuah keributan.
Drama kartu berlanjut. Jonathan David tercatat di buku wasit pada menit ke-43 karena menahan lawan (holding), lalu Azzedine Ounahi menyusul di menit ke-45 setelah menjegal (tripping). Di masa tambahan babak pertama, Bilal El Khannouss juga terkena kartu kuning karena permainan kasar. Skor tetap kaca mata saat turun minum, meski gesekan sudah membuat suasana memanas.
Ouahbi sebenarnya sudah dipaksa mengubah rencana lebih awal. Cedera atau pertimbangan taktik membuat Soufiane Rahimi masuk menggantikan Ismael Saibari sejak menit ke-22, sebuah keputusan yang belakangan terbukti brilian.
Babak kedua baru berjalan lima menit ketika Maroko akhirnya memecah kebuntuan. Menit ke-50, Achraf Hakimi menusuk dari sisi kanan dan menyodorkan bola matang kepada Azzedine Ounahi yang menuntaskannya dengan tenang, 1-0. Sesaat sebelum gol, Luc De Fougerolles sudah lebih dulu dihukum kartu kuning di menit ke-49 karena tripping.
Tertinggal, Kanada mencoba merespons. Marsch memasukkan Cyle Larin menggantikan Tani Oluwaseyi di menit ke-63, sekaligus momen Ouahbi menyegarkan lini tengahnya dengan Sofyan Amrabat dan Chemsdine Talbi. Namun Larin justru terjebak emosi dan menerima kartu kuning pada menit ke-67 akibat pelanggaran. Meski Kanada rajin melepaskan tembakan hingga 11 kali dan menguasai 11 sepak pojok, hanya tiga percobaan yang mengarah ke gawang.
Maroko menunjukkan efisiensi khasnya. Dengan penguasaan bola 55 persen dan hanya melepaskan lima tembakan, mereka mencatat empat di antaranya tepat sasaran. Menit ke-82, gol kedua lahir. Kali ini Brahim Diaz menjadi kreator, dan lagi-lagi Ounahi yang menyelesaikan, mencatat dwigol pribadinya untuk memastikan tiga poin.
Upaya Kanada memasukkan Promise David, Jacob Shaffelburg, hingga Jonathan Osorio tak mampu mengubah arah pertandingan. Justru Maroko yang menambah pesta di masa injury time panjang. Menit ke-90+8, Brahim Diaz kembali menjadi arsitek serangan dengan mengirim assist kepada Soufiane Rahimi, pemain yang masuk sejak babak pertama, untuk memasak skor akhir menjadi 3-0.
Dominasi Ounahi di ruang tengah menjadi kunci kemenangan Maroko. Ia bukan hanya mencetak dua gol, tetapi juga menjadi motor transisi yang memanfaatkan setiap ketidaksabaran Kanada. Statistik pelanggaran menceritakan segalanya: Kanada 24 kali melanggar berbanding 14 milik Maroko, gambaran betapa tuan rumah kesulitan meredam ketenangan Singa Atlas.
Maroko pun melaju ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Kanada harus menerima kenyataan pahit tersingkir di hadapan publik Amerika Utara.





๐ฌ Komentar (0)