Piala Dunia

Sentuhan Quintero Buka Kebuntuan, Munoz Bawa Colombia Tundukkan Congo DR

📅 24 Juni 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak
Sentuhan Quintero Buka Kebuntuan, Munoz Bawa Colombia Tundukkan Congo DR

Estadio Akron menjadi saksi kemenangan tipis namun layak diraih Colombia atas Congo DR dengan skor 1-0 pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Hanya satu gol yang tercipta sepanjang 90 menit lebih, tetapi dominasi Los Cafeteros sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar selisih satu angka itu.

Nestor Lorenzo menurunkan skema 4-3-3 yang menekan tinggi sejak menit awal. Strategi itu langsung terlihat dari angka penguasaan bola yang mencapai 64 persen, berbanding 36 persen milik lawan. Di seberang, Sebastien Desabre memilih pendekatan pragmatis dengan formasi 5-3-2, bertumpu pada barisan pertahanan tebal dan serangan balik yang mengandalkan ketajaman Cedric Bakambu dan rekan-rekannya.

Babak pertama berjalan dengan irama yang dikendalikan Colombia, namun tembok pertahanan lima bek Congo DR sulit ditembus. Desabre bahkan langsung melakukan perubahan di awal babak kedua, memasukkan Nathan Sadiki menggantikan Noah Mukau pada menit 46 untuk menambah daya jelajah lini tengah.

Ketegangan mulai meningkat di menit 56 ketika Jhon Lucumi diganjar kartu kuning akibat permainan kasar (roughing) saat berusaha menghentikan transisi lawan. Lorenzo merespons situasi dengan dua pergantian sekaligus pada menit 58: Jhon Cordoba masuk menggantikan Luis Suarez, sementara Juan Quintero menggantikan Jhon Rodriguez. Keputusan itu kelak terbukti menentukan.

Desabre juga memutar otak dengan memasukkan Simon Banza menggantikan Bakambu di menit 57, lalu menyegarkan sisi pertahanannya pada menit 72 lewat masuknya Joris Kayembe dan Charles Pickel. Namun, gelombang serangan Colombia terus datang tanpa henti, dengan total 19 percobaan dan sembilan di antaranya tepat sasaran.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit 76. Quintero, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mengirim umpan matang yang dituntaskan dengan sempurna oleh Daniel Munoz. Bek sayap yang gemar membantu serangan itu menyambar bola untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0. Sebuah gol yang merepresentasikan kerja keras Colombia sepanjang laga.

Tepat setelah gol, Lorenzo memasukkan Richard Rios menggantikan Jhon Arias di menit 77 demi mengamankan keseimbangan di lini tengah. Desabre tak menyerah dan menurunkan Nathan Mbuku menggantikan Sofiane Moutoussamy pada menit 82, mencari celah untuk penyeimbang.

Menjelang akhir, emosi sempat memuncak. Charles Pickel menerima kartu kuning di menit 90+3 karena perilaku tidak sportif (unsportsmanlike conduct), disusul Jefferson Lerma yang juga dihukum kartu kuning di menit 90+4 akibat permainan kasar. Dua kartu beruntun itu menggambarkan betapa sengitnya babak akhir pertandingan.

Statistik akhir menegaskan superioritas Colombia. Selain unggul penguasaan bola dan jumlah tembakan, mereka juga mencatat lima sepak pojok berbanding empat. Congo DR hanya mampu melepaskan delapan tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang—bukti betapa minimnya ruang yang bisa mereka manfaatkan. Tim Desabre justru lebih banyak melanggar dengan 16 pelanggaran, sedikit di atas 12 milik Colombia.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Colombia di fase grup. Lorenzo membuktikan kecermatannya membaca laga lewat pergantian yang langsung berbuah gol, sementara Desabre harus segera membenahi lini serang Congo DR yang nyaris tak memberi ancaman berarti sepanjang pertandingan.

🔮 Sebelum laga kami prediksi skor 1-0 — baca analisisnya →🎯 Lihat rekam jejak akurasi prediksi kami →
Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

📰 Berita Lainnya

🔮Prediksi Skor

🚩 Lapor / Masukan

Nemu bug, link rusak, halaman error, atau punya saran? Kirim ke kami — dibaca langsung oleh admin. (Maks 1 laporan/hari.)