Gol Kilat Arias Antar Kolombia Singkirkan Ghana di Arrowhead
Colombia 1-0 Ghana
Colombia 1-0 Ghana
Arrowhead Stadium menjadi saksi drama kecil yang berujung besar. Kolombia mengandaskan perlawanan Ghana dengan skor tipis 1-0 pada babak Round of 32 Piala Dunia 2026. Gol tunggal Jhon Arias di menit ke-14 cukup untuk membawa pasukan Nestor Lorenzo terus melaju.
Yang menarik, kemenangan ini datang dari laga yang sejak awal dipaksa berubah rencana. Belum genap sepuluh menit, Lorenzo sudah harus melakukan pergantian dini. Jhon Cordoba ditarik keluar pada menit ke-8, digantikan Luis Suarez. Keputusan itu justru berbuah manis.
Dengan formasi 4-3-3, Kolombia menggeber tempo tinggi. Ironisnya, sang bintang lebih dulu terlibat insiden negatif. Pada menit ke-12, Arias diganjar kartu kuning akibat aksi tripping yang memutus serangan lawan. Namun hanya dua menit berselang, ia menebus kesalahan itu. Umpan matang Luis Suarezโyang baru masukโdisambar Arias untuk menjebol gawang Ghana. Sebuah transformasi dari tersangka menjadi pahlawan dalam rentang 120 detik.
Ghana yang diracik Carlos Queiroz dengan pola 4-1-4-1 juga tak lepas dari kejutan cepat. Menit ke-13, M. Senaya harus diganti A. Seidu, memaksa Queiroz merombak lini pertahanannya lebih awal dari rencana. Sepanjang babak pertama, tim Afrika itu kesulitan menembus rapatnya barisan belakang Kolombia.
Memasuki babak kedua, Lorenzo memasukkan Richard Rios menggantikan James Rodriguez untuk menambah daya jelajah di lini tengah. Ghana pun coba lebih agresif, tetapi buah usaha itu justru lebih banyak berupa kartu kuning. C. Yirenkyi diganjar peringatan di menit ke-49 karena holding, disusul Ibrahim Fatawu pada menit ke-66 akibat unsportsmanlike conduct. Fatawu sendiri baru masuk di menit ke-62 bersama E. Owusu, saat Queiroz menyegarkan sayap dan lini tengahnya.
Tensi permainan tetap panas. A. Seidu menambah daftar kartu kuning Ghana di menit ke-76 karena tripping, dibalas Richard Rios yang juga dihukum kartu serupa dua menit kemudian atas pelanggaran sama. Wasit sibuk mengeluarkan kartu, meski tak sampai ada yang diusir dari lapangan.
Lorenzo terus menjaga keunggulan dengan menyegarkan lini serang. Juan Quintero masuk menggantikan Arias di menit ke-73, sementara di penghujung laga Jhon Campaz menggantikan Luis Diaz pada menit ke-90. Queiroz melancarkan usaha terakhir dengan memasukkan E. Nuamah dan P. Adu di menit ke-79, namun gdebrakan itu tak mengubah papan skor.
Statistik menegaskan dominasi Kolombia. Mereka menguasai 61 persen penguasaan bola dan melepaskan 20 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, catatan Ghana sungguh memprihatinkan: dari delapan percobaan, tak satu pun mengarah ke gawang. Nol tembakan tepat sasaran menjadi cermin betapa tumpulnya serangan Black Stars sepanjang 90 menit.
Dengan penguasaan bola hanya 39 persen dan minim ancaman, Ghana harus mengakui keunggulan lawan yang lebih efisien. Satu peluang, satu golโitulah kunci kemenangan Kolombia. Los Cafeteros pun berhak melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, sementara Queiroz dan anak asuhnya pulang dengan penyesalan atas serangan yang tumpul di Arrowhead.





๐ฌ Komentar (0)