Comeback Dramatis Congo DR: Wissa Borong, Uzbekistan Tumbang di Atlanta
Congo DR 1-0 Uzbekistan
Congo DR 3-1 Uzbekistan
Atlanta menjadi saksi kebangkitan Congo DR yang menolak menyerah. Pasukan Sebastien Desabre membalikkan defisit menjadi kemenangan 3-1 atas Uzbekistan pada laga ketiga fase grup Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium. Dua gol Yoane Wissa menjadi penentu, melengkapi sumbangan Fiston Mayele.
Laga justru dibuka dengan kejutan dari kubu Uzbekistan. Belum genap sepuluh menit berjalan, Eldor Shomurodov memanfaatkan umpan Abdukodir Mozgovoy untuk menjebol gawang Congo DR. Gol cepat itu memaksa anak asuh Desabre yang turun dengan formasi 4-4-2 untuk segera menyusun ulang ritme permainan.
Tekanan emosional mulai terlihat di lapangan tengah. Pada menit 21, Nathanael Sadiki harus menerima kartu kuning akibat aksi keras (roughing). Uzbekistan, yang ditata Fabio Cannavaro dengan skema 3-4-2-1, juga tak luput dari sorotan wasit saat Abdukodir Khusanov dikartukuningkan jelang turun minum di menit 43. Menjelang akhir babak pertama, Noah Mbuku menambah daftar pelanggar Congo DR lewat ganjaran kuning di menit 45+5, kembali karena permainan kasar.
Babak kedua langsung memanas. Saidkhusan Nasrullaev menerima kartu kuning di menit 48 setelah menahan lawan (holding). Desabre tak menunggu lama untuk mengubah wajah serangan: Fiston Mayele dimasukkan menggantikan Cedric Bakambu pada menit 51, sebuah keputusan yang kelak berbuah manis. Cannavaro membalas dengan menarik Oston Shukurov dan Dostonbek Khamdamov, memasukkan Otabek Khamrobekov serta Abbosbek Ganiev di menit 59.
Sempat menit kemudian, Samuel Moutoussamy diganjar kartu kuning karena menjatuhkan lawan (tripping). Namun momentum mulai berbalik ke arah Congo DR. Pada menit 68, sebuah penalti dihadiahkan dan Yoane Wissa mengeksekusinya dengan dingin untuk menyamakan kedudukan 1-1. Stadion pun bergemuruh.
Gelombang serangan Congo DR semakin deras setelah gelombang pergantian di menit 72, ketika Theo Bongonda, Ngal'ayel Mukau, dan Meschack Elia masuk sekaligus untuk menyegarkan lini depan. Hasilnya nyata di menit 78: Fiston Mayele menuntaskan peluang dengan tenang dan membalikkan papan skor menjadi 2-1. Pemain pengganti membayar kepercayaan sang pelatih.
Cannavaro mencoba merespons dengan memasukkan Igor Sergeev dan Jaloliddin Iskanderov di menit 82, namun Uzbekistan kesulitan menembus pertahanan Congo DR yang semakin solid. Statistik menggambarkan dominasi tuan rumah aksi: penguasaan bola 58 persen dan 19 percobaan tembakan, jauh meninggalkan empat tembakan milik Uzbekistan.
Pesta gol Congo DR ditutup pada masa tambahan babak kedua. Di menit 90+1, Meschack Elia yang baru masuk mengirim umpan matang kepada Yoane Wissa, yang kemudian melengkapi brace-nya dan memastikan skor 3-1. Gol itu sekaligus menjadi puncak comeback yang lengkap.
Dari sisi disiplin, Uzbekistan tercatat melakukan 16 pelanggaran berbanding hanya enam milik Congo DR, sebuah gambaran betapa kerasnya perlawanan yang mereka berikan namun gagal membendung gelombang serangan lawan. Empat sepak pojok Uzbekistan pun tak mampu dikonversi menjadi ancaman berarti.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Congo DR di akhir fase grup, sekaligus membuktikan bahwa keputusan-keputusan taktis Desabre dari bangku cadangan menjadi kunci. Bagi Uzbekistan asuhan Cannavaro, keunggulan dini ternyata tak cukup untuk menahan determinasi lawan yang tampil semakin garang menjelang laga berakhir.


๐ฌ Komentar (0)