Dwigol Pépé Antar Pantai Gading Bekuk Curaçao 2-0 di Philadelphia
Curaçao 0-2 Ivory Coast
Curaçao 0-2 Ivory Coast
Lincoln Financial Field menjadi panggung manis bagi Nicolas Pépé. Di laga ketiga fase grup Piala Dunia 2026, sang winger memborong dua gol untuk mengantar Pantai Gading menundukkan Curaçao dengan skor 2-0. Sebuah hasil yang memperlihatkan jurang kualitas antara dua tim yang tampil dengan filosofi berseberangan.
Dick Advocaat sejak awal memilih pendekatan pragmatis. Curaçao turun dengan formasi 5-3-2, menumpuk pemain di sepertiga pertahanan dan berharap bisa mencuri momen lewat serangan balik. Sayangnya rencana itu nyaris runtuh sebelum sempat berjalan. Baru tujuh menit laga bergulir, Yan Diomande melepas umpan matang yang langsung dieksekusi Pépé menjadi gol pembuka. Tuan rumah—dalam konteks venue—seketika dipaksa mengejar.
Emerse Faé yang memasang skema 4-4-2 membiarkan timnya mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen. Pantai Gading mengontrol tempo, memutar bola dengan sabar, dan membuat Curaçao kelelahan mengejar. Menariknya, justru Curaçao yang mencatat lebih banyak percobaan, total 11 tembakan, tetapi hanya dua yang menemui sasaran. Efisiensi menjadi pembeda: Pantai Gading melepas tujuh tembakan dengan tiga di antaranya akurat.
Di menit ke-35, ironi sempat mampir. Pépé, sang bintang penyerangan, justru harus menerima kartu kuning akibat melakukan pelanggaran. Catatan itu tak mengganggu performanya. Memasuki babak kedua, Faé menyegarkan lini dengan memasukkan Christ Inao Oulaï menggantikan Amad Diallo saat turun minum.
Curacao mencoba bangkit. Advocaat menarik Livano Comenencia dan memasukkan Jeremy Antonisse di menit ke-61 demi menambah daya gedor. Namun, niat itu malah berbalik. Pada menit ke-64, Ibrahim Sangaré menyodorkan bola yang kembali diselesaikan Pépé dengan dingin. Gol kedua itu praktis mengunci jalannya pertandingan.
Setelah memastikan gandanya, Pépé pun ditarik keluar di menit ke-67 digantikan Sepe Elye Wahi. Faé sekaligus melakukan perombakan besar dengan memasukkan Oumar Diakité untuk Ange-Yoan Bonny dan Bazoumana Touré menggantikan Diomande—sebuah upaya menjaga kebugaran sekaligus tetap merepotkan pertahanan lawan.
Frustrasi mulai menjalar di kubu Curaçao. Juninho Bacuna diganjar kartu kuning pada menit ke-75 karena pelanggaran, disusul gelombang pergantian dua menit kemudian saat Gervane Kastaneer dan Tyrese Noslin masuk menggantikan Jurien Gaari serta Deveron Fonville. Di sisi lain, Pantai Gading menarik Franck Kessié untuk memberi tempat kepada Jean Michaël Seri.
Belum lama merumput, Kastaneer pun ikut mencatatkan namanya di buku wasit. Ia menerima kartu kuning pada menit ke-83 akibat pelanggaran, menambah daftar pelanggaran Curaçao yang sepanjang laga mencapai 11 kali—jauh di atas enam pelanggaran milik lawan.
Menjelang akhir, Advocaat masih melempar Shurandy Sambo dan Brandley Kuwas di menit ke-90 untuk menggantikan Joshua Brenet dan Jürgen Locadia. Namun perubahan itu datang terlalu telat untuk mengubah arah laga.
Wasit akhirnya meniup peluit panjang dengan skor 2-0 tetap untuk Pantai Gading. Disiplin pertahanan dan ketenangan Pépé di depan gawang menjadi resep kemenangan, sementara Curaçao harus membayar mahal ketidaktajaman mereka di kotak penalti. Pépé pun keluar sebagai sosok yang paling layak disorot pada malam di Philadelphia ini.




💬 Komentar (0)