Kisah Gelombang Biru: CuraƧao, Negara Terkecil Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Siap Bikin Kejutan
Kamu mungkin lebih kenal CuraƧao dari air lautnya yang biru kehijauan atau minuman likuer berwarna biru. Tapi mulai pekan ini, nama pulau mungil itu akan terukir di buku sejarah sepak bola. Penasaran bagaimana negara sekecil ini bisa menembus Piala Dunia 2026?
Dengan populasi hanya sekitar 156.000 jiwa, CuraƧao resmi menjadi negara terkecil sepanjang sejarah yang lolos ke Piala Dunia, baik dari segi populasi maupun luas wilayah. Rekor ini mereka rebut dari Islandia, yang punya sekitar 350.000 penduduk saat tampil di 2018 — lebih dari dua kali lipat populasi CuraƧao. Mereka jadi salah satu dari empat debutan tahun ini, bersama Cape Verde, Yordania, dan Uzbekistan.
Lolos Tanpa Kalah, Dipimpin Pelatih Tertua
Yang bikin kisah ini makin gila, Gelombang Biru menyegel tiket secara dramatis. Pada November lalu, mereka cuma butuh hasil imbang saat bertandang ke Jamaika, dan sebuah hasil 0-0 di Kingston mengantar mereka ke puncak grup kualifikasi. Hebatnya, sepanjang kampanye CONCACAF, CuraƧao tak terkalahkan dalam 10 laga dan memenangi tujuh di antaranya.
Di balik keajaiban ini ada sosok legendaris Dick Advocaat. Pelatih asal Belanda ini sempat mundur pada Februari 2026 untuk merawat putrinya yang sakit, namun kembali pada Mei setelah kondisi sang putri membaik. Di usia 78 tahun, ia akan menjadi pelatih tertua sepanjang sejarah Piala Dunia. CuraƧao akan memulai petualangan mereka melawan juara empat kali Jerman di Houston pada 14 Juni, dalam Grup E yang juga berisi Ekuador dan Pantai Gading. Mau tahu nasib tim-tim kuda hitam lain? Pantau terus berita terbaru di portal kami.
Sumber berita: NBC News, Sky Sports, Rio Times, Goal; Foto: Wikimedia Commons

