Drama Lumen Field: Saber Cepat, Rezaeian Membalas, Egypt dan Iran Saling Tahan
Egypt 0-1 Iran
Egypt 1-1 Iran
Pertarungan dua wakil Asia dan Afrika di Lumen Field menyajikan tempo tinggi sejak menit awal. Egypt yang dikomandoi Hossam Hassan dengan skema 4-2-3-1 langsung tampil menekan, sementara Iran asuhan Amir Ghalenoei memilih bertahan rapat lewat formasi lima bek 5-4-1. Hasilnya, kedua tim harus puas berbagi angka 1-1 dalam laga ketiga fase grup Piala Dunia 2026 ini.
Egypt membuka pesta lebih dulu pada menit kelima. Tekanan dini Pharaohs berbuah manis ketika M. Saber menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa timnya memimpin 1-0. Gol cepat itu sempat membuat Iran kelimpungan, namun Tim Melli punya jawaban yang menggetarkan.
Momen krusial datang di menit ke-11. Iran mendapat hadiah penalti dan Mehdi Taremi maju sebagai eksekutor. Sayang, tendangannya gagal menemui sasaran. Kegagalan itu tak membuat Iran patah arang. Hanya berselang tiga menit, R. Rezaeian tampil sebagai pahlawan dengan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-14, menghapus kekecewaan dari titik putih.
Menit ke-14 juga menandai perubahan dini di kubu Egypt. Y. Ibrahim dimasukkan menggantikan M. Abdelmonem, sebuah penyesuaian taktis yang langsung dilakukan Hassan untuk menstabilkan lini belakang setelah kebobolan.
Intensitas laga tercermin dari banderan kartu kuning yang berjatuhan. Wasit mengeluarkan peringatan pertama pada menit ke-19 untuk H. Kanaani akibat aksi tripping. Semenit kemudian, giliran pencetak gol Egypt, M. Saber, dihukum kartu kuning karena roughing. Menjelang turun minum, dua nama lagi masuk buku catatan: Y. Ibrahim (42') usai melakukan pelanggaran, dan A. Nemati (43') yang juga terkena tripping.
Memasuki babak kedua, kedua pelatih menyegarkan permainan. Iran mengganti Nemati dengan S. Hardani, sementara Egypt melakukan rombakan agresif dengan memasukkan O. Marmoush, M. Attia menggantikan Saber, sekaligus menarik keluar E. Ashour. Babak kedua menjadi panggung Egypt untuk mendikte penguasaan bola.
Hassan kembali bermanuver di menit ke-57 dengan menarik bintang utamanya, M. Salah, digantikan Zizo. Iran merespons lewat masuknya S. Moghanlou di menit ke-67. Dominasi Egypt terlihat dari raihan penguasaan bola 62 persen serta 15 percobaan tembakan, meski hanya tiga yang menemui sasaran. Delapan sepak pojok juga gagal mereka konversi menjadi gol kemenangan.
Iran bertahan dengan disiplin tinggi, mengandalkan serangan balik dan menumpuk pemain di kotak penalti. Catatan 16 pelanggaran menunjukkan betapa kerasnya perjuangan Tim Melli meredam gempuran Pharaohs. Pada menit ke-79, S. Ezatolahi pun menerima kartu kuning di tengah pertahanan grusa-grusu mereka.
Ketegangan memuncak di masa injury time. Egypt memasukkan H. Abdelkarim (76') dan Iran menarik M. Mohebi untuk A. Jahanbakhsh di menit 90+1'. Di pengujung laga, M. Lasheen (90+2') terkena kartu kuning, disusul S. Khalilzadeh (90+4') yang dihukum karena unsportsmanlike conduct, menandakan emosi yang masih panas hingga peluit akhir.
Meski unggul dalam segala lini statistik serang, Egypt tak mampu menembus benteng Iran yang terorganisir. Hasil imbang 1-1 ini menjadi cermin keseimbangan antara dominasi penguasaan bola Egypt dan efisiensi serta soliditas pertahanan Iran di Lumen Field.


๐ฌ Komentar (0)