Mbappé Dwigol, Olise Dalang di Balik Pesta 3-0 Prancis atas Irak
Lincoln Financial Field menjadi panggung dominasi Prancis di laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Anak asuh Didier Deschamps mengalahkan Irak tanpa balas, 3-0, lewat penampilan gemilang Kylian Mbappé yang mengemas dua gol serta peran kreatif Michael Olise di balik dua assist.
Deschamps menurunkan skema 4-2-3-1 yang menempatkan Mbappé sebagai ujung tombak, dengan Olise, Ousmane Dembélé, dan Bradley Barcola menyokong dari lini kedua. Di seberang, Graham Arnold mencoba meredam tekanan lewat formasi 4-1-4-1 yang menumpuk pemain di lini tengah. Sayangnya, niat itu langsung diuji keras sejak menit-menit awal.
Baru enam menit berjalan, Irak sudah mendapat peringatan. Amir Al-Ammari diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan Prancis yang mulai mengalir deras. Tekanan itu berbuah cepat. Pada menit ke-14, Olise melepas umpan matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Mbappé. Prancis unggul, dan Irak harus mengejar lebih awal dari yang mereka rencanakan.
Arnold bereaksi sejak babak pertama belum usai. Pada menit ke-26, Ali Al-Hamadi dimasukkan menggantikan Aymen Hussein untuk menambah daya gedor. Namun lini serang Irak nyaris tak mampu menembus rapatnya pertahanan Prancis. Sepanjang laga, mereka hanya melepas empat tembakan dan tak satu pun mengarah tepat ke gawang.
Memasuki babak kedua, Prancis kian menjauh. Menit ke-54, giliran Dembélé yang menjadi kreator. Sodorannya kembali dituntaskan Mbappé untuk membukukan gol kedua sekaligus brace pribadinya. Belum reda kejutan itu, pada menit ke-66 Olise lagi-lagi menjadi otak gol. Kali ini ia menyuguhkan bola kepada Dembélé yang menggenapkan keunggulan menjadi 3-0.
Arnold terus mengutak-atik tim, memasukkan Rebin Sulaka dan Youssef Amyn di menit ke-60, lalu Aimar Sher serta Marko Farji menjelang akhir laga. Namun arus pertandingan sudah terlalu kuat memihak Prancis.
Dengan keunggulan tiga gol di tangan, Deschamps memilih merotasi pasukannya. Pada menit ke-68, Désiré Doue dan Rayan Cherki masuk menggantikan dua bintang penyerang, Dembélé dan Olise. Lalu di menit ke-83, Maghnes Akliouche dan Malo Gusto dimainkan menggantikan Barcola dan Jules Koundé. Sentuhan terakhir Deschamps datang pada menit ke-91, ketika Marcus Thuram masuk menggantikan sang bintang Mbappé yang mendapat tepuk tangan meriah.
Dominasi Prancis tergambar jelas dari statistik. Penguasaan bola mencapai 55 persen, dengan 19 percobaan dan lima di antaranya tepat sasaran. Mereka juga memaksa empat tendangan sudut, jauh melampaui produktivitas Irak yang tumpul tanpa satu pun tembakan akurat. Soal disiplin, Prancis melakukan delapan pelanggaran, sedikit lebih banyak dibanding empat pelanggaran lawan, tetapi tetap mampu menjaga gawang dari ancaman.
Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Prancis sekaligus ketajaman Mbappé sebagai mesin gol. Bagi Irak, laga ini menjadi pengingat betapa beratnya menembus pertahanan tim-tim elite. Dengan tiga poin penuh di kantong, pasukan Deschamps melangkah dengan kepercayaan diri tinggi menuju laga berikutnya.




💬 Komentar (0)