Mbappe Tebus Dosa dari Titik Putih, Prancis Kubur Mimpi Maroko di Gillette Stadium
France 1-0 Morocco
France 2-0 Morocco
Gillette Stadium menjadi saksi drama kebangkitan seorang bintang. Kylian Mbappe, yang sempat membuat frustrasi pendukung Les Bleus, akhirnya menjelma menjadi penentu ketika Prancis memupus perlawanan Maroko dengan skor 2-0 pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Didier Deschamps menurunkan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan Mbappe sebagai ujung tombak sekaligus kreator. Di seberang, Mohamed Ouahbi meracik Maroko dengan formasi cermin 4-2-3-1, bertumpu pada kesabaran dan penguasaan bola. Uniknya, statistik akhir menunjukkan Maroko justru unggul tipis dalam penguasaan bola dengan 52 persen berbanding 48 persen milik Prancis.
Momen paling menegangkan babak pertama datang pada menit ke-28. Prancis mendapat hadiah penalti dan Mbappe maju sebagai algojo. Namun eksekusinya gagal berbuah gol, sebuah kesempatan emas yang melayang begitu saja. Kegagalan itu membuat papan skor tetap kosong hingga turun minum, meski Prancis terus menekan dengan volume serangan jauh lebih tinggi.
Dominasi tembakan Les Bleus memang mencolok. Sepanjang laga mereka melepaskan 21 percobaan dengan delapan mengarah tepat sasaran, sementara Maroko hanya mampu membalas dengan lima tembakan dan satu di antaranya menemui bidang. Ketimpangan itu perlahan berubah menjadi gol.
Titik balik terjadi pada menit ke-60. Desire Doue menjadi arsitek serangan dengan umpan matang yang diselesaikan Mbappe dengan tenang. Gol itu sekaligus menebus kegagalan penaltinya di babak pertama dan membebaskan tekanan yang membebani sang kapten.
Belum reda euforia, Prancis menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Kali ini Mbappe berganti peran menjadi pelayan, mengirim assist manis kepada Ousmane Dembele yang dengan dingin membobol gawang Maroko. Dalam rentang enam menit, keunggulan Prancis berlipat dan mental Singa Atlas terguncang.
Di tengah tekanan, Maroko mendapat catatan buruk pada menit ke-63 ketika Issa Diop diganjar kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya untuk menghentikan laju serangan Prancis. Kartu itu menandai betapa kewalahannya lini belakang Maroko meredam agresivitas lawan.
Ouahbi bereaksi cepat dengan memasukkan Sofyan Amrabat menggantikan Bouaddi dan Soufiane Rahimi untuk El Khannouss pada menit ke-62, mencoba menambah daya dobrak. Gelombang pergantian berlanjut pada menit ke-74 dengan masuknya Yassine dan El Ouahdi, hingga Sbai pada menit ke-85. Sayang, seluruh perubahan itu tak mampu menembus soliditas pertahanan Prancis.
Deschamps sendiri mulai mengatur ritme dengan memasukkan Warren Zaire-Emery menggantikan Kone pada menit ke-71. Sinyal kemenangan makin terasa saat Mbappe ditarik keluar pada menit ke-77 dan digantikan Jean-Philippe Mateta, bersamaan dengan Barcola yang menggantikan Doue. Menjelang akhir laga, Gusto masuk untuk Kounde guna menjaga keseimbangan lini belakang.
Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tak berubah. Prancis menang efektif berkat efisiensi di depan gawang, sementara Maroko harus mengubur mimpinya meski tampil kompetitif dalam penguasaan bola. Catatan 12 pelanggaran Maroko berbanding 10 milik Prancis menggambarkan betapa kerasnya perjuangan Singa Atlas meredam gempuran lawan.
Dengan kemenangan ini, Les Bleus melangkah ke semifinal dengan penuh percaya diri, dipimpin seorang Mbappe yang membuktikan bahwa kesalahan bisa ditebus dengan cara paling gemilang.





๐ฌ Komentar (0)