Mbappe Dua Gol, Olise Sang Maestro: Prancis Bekuk Swedia di MetLife
Prancis menapaki perempat final Piala Dunia 2026 dengan langkah meyakinkan setelah menundukkan Swedia 3-0 di MetLife Stadium. Tampil dengan formasi 4-2-3-1 racikan Didier Deschamps, Les Bleus mendominasi laga babak 16 besar ini dari menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.
Sejak awal, anak asuh Deschamps menekan tanpa ampun. Penguasaan bola sebesar 62 persen dipadukan dengan agresivitas serangan membuat Swedia, yang dipoles Graham Potter dalam pola 4-4-2, harus banyak bertahan. Statistik akhir menggambarkan jurang lebar: Prancis melepaskan 25 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran, sementara Swedia hanya mampu membalas dengan enam percobaan dan dua yang mengarah ke gawang.
Meski mendominasi, gol pertama Prancis baru lahir tepat di pengujung babak pertama. Pada menit ke-45, Ousmane Dembele menjadi kreator dengan umpan matang yang dituntaskan Kylian Mbappe. Sang kapten tak menyia-nyiakan peluang dan membawa timnya unggul 1-0 ke ruang ganti, sebuah pukulan telak bagi mental Swedia yang sudah bekerja keras menahan gempuran.
Usai jeda, Prancis langsung menggandakan keunggulan. Menit ke-53, Michael Olise menunjukkan kelasnya dengan menyodorkan bola kepada Bradley Barcola, yang dengan tenang menjebol gawang Swedia untuk membuat skor 2-0. Gol ini seakan mematahkan harapan tim Skandinavia untuk bangkit.
Graham Potter berupaya mengubah ritme dengan memasukkan Tariq Ali dan Besard Zeneli menggantikan E. Stroud dan Lucas Bergvall pada menit ke-66. Namun perubahan itu tak mengubah jalannya pertandingan. Prancis tetap menguasai tempo dan terus menebar ancaman lewat sayap.
Olise kembali menjadi bintang pada menit ke-74. Kali ini ia melayani Mbappe yang melengkapi brace pribadinya dan memantapkan keunggulan Prancis menjadi 3-0. Dua assist Olise dalam laga ini menegaskan perannya sebagai motor kreatif lini serang Deschamps.
Setelah gol ketiga, Deschamps mulai memutar pemainnya. Pada menit ke-75, Malo Gusto dan Desire Doue masuk menggantikan Jules Kounde dan Ousmane Dembele. Theo Hernandez kemudian menyusul masuk menggantikan Lucas Digne pada menit ke-78. Pergantian-pergantian ini sekaligus memberi kesempatan menjaga kebugaran skuad jelang fase berikutnya.
Swedia mencoba menyusun serangan akhir dengan memasukkan Mattias Svanberg dan Benjamin Nygren pada menit ke-82, menggantikan D. Svensson dan Yasin Ayari. Namun rapatnya pertahanan Prancis membuat usaha tersebut mentah. Sepak pojok pun menjadi cermin dominasi tuan rumah, sembilan banding hanya satu untuk Swedia.
Di menit ke-85, Deschamps menarik dua pilar utamanya. Mbappe dan Olise digantikan oleh Jean-Philippe Mateta dan Rayan Cherki, disambut tepuk tangan apresiasi. Swedia melakukan perubahan terakhir pada menit ke-89 dengan memasukkan Gustav Nilsson menggantikan Alexander Isak.
Menariknya, meski intensitas tinggi dengan total 23 pelanggaran dari kedua tim, wasit tak mengeluarkan satu pun kartu sepanjang laga. Pertandingan berjalan keras namun tetap sportif.
Kemenangan telak ini menjadi sinyal kuat bahwa Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Dengan Mbappe yang tajam dan Olise yang menjelma kreator utama, Les Bleus siap menghadapi lawan siapa pun di babak perempat final.





๐ฌ Komentar (0)