Piala Dunia

Tujuh Gol Jerman Tenggelamkan Curaçao, Undav Jadi Arsitek Pesta di Houston

📅 16 Juni 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak
Tujuh Gol Jerman Tenggelamkan Curaçao, Undav Jadi Arsitek Pesta di Houston

NRG Stadium di Houston berubah menjadi panggung unjuk gigi Jerman. Die Mannschaft mengawali kiprah di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curaçao pada laga perdana fase grup, Minggu (14/6/2026). Sebuah pernyataan tegas dari tim asuhan Julian Nagelsmann sejak menit-menit awal.

Felix Nmecha langsung memecah kebuntuan pada menit keenam, menuntaskan umpan matang Florian Wirtz. Curaçao sempat memberi kejutan ketika Livano Comenencia menyamakan kedudukan di menit ke-21, namun perlawanan itu tak bertahan lama.

Jerman kembali memegang kendali lewat sundulan Nico Schlotterbeck pada menit ke-38 yang berawal dari assist Nathaniel Brown. Tepat di pengujung babak pertama, Kai Havertz menambah keunggulan dari titik penalti, mengubah skor menjadi 3-1 saat turun minum.

Babak kedua menjadi milik penuh Jerman. Baru semenit laga berjalan, Jamal Musiala menjebol gawang Curaçao memanfaatkan kreativitas Joshua Kimmich. Tekanan terus mengalir, dan Nathaniel Brown ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68 setelah dilayani Deniz Undav.

Undav, yang masuk sebagai pengubah permainan, tampil sebagai motor pesta gol. Selain rajin menyuplai umpan, ia menambah pundi-pundi gol pada menit ke-78 lewat kerja sama lagi dengan Kimmich. Havertz kemudian melengkapi malam gemilangnya dengan gol kedua di menit ke-88, kembali atas bantuan Undav, memastikan skor akhir 7-1.

Dominasi itu tergambar jelas dalam statistik. Jerman menguasai 65 persen penguasaan bola, melepaskan 26 tembakan dengan 12 di antaranya mengarah ke sasaran, serta merangkai 637 operan dengan akurasi 87 persen. Curaçao hanya mampu membalas dengan delapan percobaan dan dua tembakan tepat sasaran.

Bermain dengan formasi 4-2-3-1, Nagelsmann mendapatkan jawaban dari hampir seluruh lini. Wirtz, Musiala, dan Kimmich menghidupkan serangan, sementara bangku cadangan yang diisi Undav membuktikan kedalaman skuad yang menakutkan. Di seberang lapangan, Curaçao yang dilatih Dick Advocaat tampil berani lewat pola 4-3-1-2, tetapi jurang kualitas terlalu lebar untuk ditutup.

Kemenangan besar ini langsung menempatkan Jerman di puncak grup dengan selisih gol yang menggiurkan. Bagi Curaçao, kekalahan telak ini menjadi pelajaran pahit sekaligus pengingat bahwa langkah di turnamen sebesar ini menuntut kedisiplinan penuh selama 90 menit.

Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya

🔮Prediksi Skor