Piala Dunia

McGinn Jadi Pembeda, Scotland Curi Tiga Poin dari Haiti yang Lebih Dominan

📅 14 Juni 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak
McGinn Jadi Pembeda, Scotland Curi Tiga Poin dari Haiti yang Lebih Dominan

Scotland mengawali petualangan Piala Dunia 2026 dengan modal kemenangan tipis namun berharga. Bertanding di Gillette Stadium pada laga perdana Grup, anak asuh Steve Clarke menundukkan Haiti 1-0 lewat gol semata wayang John McGinn. Hasil ini terasa istimewa karena Tartan Army justru kalah dalam banyak aspek permainan.

Kedua tim sama-sama mengusung formasi 4-4-2. Steve Clarke mengandalkan keseimbangan lini tengah, sementara Sebastien Migne menginstruksikan Haiti untuk tampil ofensif dan menekan sejak menit awal. Statistik akhir membenarkan pendekatan itu: Les Grenadiers menguasai 54 persen bola dan melepaskan 15 tembakan, jauh lebih banyak dibanding sembilan percobaan milik Scotland.

Namun sepak bola bukan soal siapa yang lebih banyak menyerang. Petaka bagi Haiti datang pada menit ke-28. McGinn, yang sepanjang babak pertama rajin bergerak di sepertiga akhir, menyambar peluang yang ada untuk mengirim bola ke gawang Haiti. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang 90 menit, sekaligus pembeda nasib kedua tim.

Tertinggal satu gol, Haiti tampil makin panas. Tensi laga terlihat dari jumlah pelanggaran yang membengkak hingga 23 kali. Salah satunya berbuah kartu kuning untuk Jean Bellegarde pada menit ke-39, yang diganjar wasit karena menjatuhkan lawan dengan trip. Kartu itu mencerminkan rasa frustrasi tuan rumah yang sulit menembus disiplin pertahanan Scotland.

Memasuki babak kedua, Scotland langsung mendapat catatan kurang sedap. Aaron Hickey diganjar kartu kuning pada menit ke-46 akibat menahan lawan secara ilegal. Pelanggaran itu agaknya membuat Clarke berhitung, dan pada menit ke-75 ia menarik Hickey, menggantinya dengan Nathan Patterson untuk menyegarkan sektor pertahanan sayap.

Momen menit ke-75 itu menjadi titik perubahan taktik besar bagi Scotland. Selain Patterson, Clarke memasukkan Ryan Christie menggantikan Ben Gannon-Doak dan Lyndon Dykes untuk Che Adams, mencoba mengamankan keunggulan sembari menambah opsi serangan balik. Sebelumnya, Migne lebih dulu bergerak dengan menurunkan Casimir menggantikan Deedson pada menit ke-61, dan disusul masuknya Joseph menggantikan Isidor di menit ke-76.

Clarke kembali merotasi pasukannya pada menit ke-83 dengan menarik sang pencetak gol, McGinn, digantikan Findlay Curtis, berbarengan dengan masuknya Kenny McLean untuk Lawrence Shankland. Dari kubu Haiti, Migne memasukkan Fortune menggantikan Providence pada menit ke-85 sebagai upaya terakhir mencari penyeimbang.

Usaha Haiti tak membuahkan hasil. Pertahanan Scotland tetap solid, meski hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran—sama persis dengan torehan tuan rumah. Tekanan tinggi membuat menit-menit akhir berlangsung keras. Dua pemain Scotland bahkan terkena kartu kuning karena bermain kasar: Findlay Curtis pada menit 90+1 dan Kenny McLean di menit 90+5, keduanya akibat roughing saat mempertahankan keunggulan.

Ketika peluit panjang berbunyi, papan skor tetap menunjukkan 1-0 untuk Scotland. Haiti boleh berbangga dengan dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang, tetapi efektivitas Scotland-lah yang berbicara. Bagi Clarke, tiga poin perdana ini menjadi fondasi penting, sementara Migne harus segera membenahi penyelesaian akhir timnya yang tumpul meski rajin menciptakan peluang.

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya