Maeda Buka Asa, Elanga Balas Cepat: Jepang dan Swedia Berbagi Angka di AT&T Stadium
Japan 3-1 Sweden
Japan 1-1 Sweden
Drama tak terhindarkan tersaji di AT&T Stadium ketika Jepang dan Swedia menutup babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1. Sebuah laga yang berjalan keras, dibuktikan dengan catatan 20 pelanggaran dari kubu Samurai Biru, namun tetap menyimpan kualitas serang dari kedua belah pihak.
Hajime Moriyasu kembali memercayakan pakem 3-4-3 yang fleksibel, mengandalkan kecepatan transisi di sepertiga akhir lapangan. Di seberang, Graham Potter menurunkan formasi 3-4-1-2 dengan Viktor Gyökeres sebagai ujung tombak utama. Pertarungan taktik ini langsung terasa sengit sejak menit awal.
Babak pertama justru diwarnai sejumlah penyesuaian dini. Pada menit ke-32, bek tengah Swedia Isak Hien menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Tak lama berselang, menit ke-37, Potter menariknya keluar dan memasukkan Lucas Bergvall untuk menambah daya jelajah di lini tengah. Moriyasu pun terpaksa melakukan rotasi cepat, menarik Ko Itakura di menit ke-39 dan menggantinya dengan Shogo Taniguchi.
Meski Swedia lebih banyak menciptakan peluang—mereka unggul dalam tembakan tepat sasaran dan agresif memenangi sepak pojok—gol pembuka justru lahir dari kaki Jepang. Pada menit ke-56, Ritsu Doan melepaskan umpan matang yang langsung disambar Daizen Maeda. Penyelesaian dingin sang penyerang membuat suporter Samurai Biru bersorak, sekaligus mengubah arah laga.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya enam menit setelahnya, tepatnya menit ke-62, Swedia membalas melalui aksi cemerlang. Viktor Gyökeres berperan sebagai kreator, melepaskan bola kepada Anthony Elanga yang dengan tenang menaklukkan kiper Jepang. Skor pun kembali imbang 1-1 dan laga menjadi semakin terbuka.
Moriyasu langsung merespons dengan menyuntikkan amunisi segar. Di menit ke-66, Koki Ogawa masuk menggantikan Ayase Ueda, disusul Junya Ito yang menggantikan Doan semenit kemudian. Pergantian itu dimaksudkan untuk menjaga intensitas serangan sayap Jepang yang menjadi senjata utama.
Pertarungan di lini tengah kian panas. Menit ke-77, Taniguchi yang baru masuk pada babak pertama justru terganjar kartu kuning karena pelanggaran. Sebelumnya, gelombang pergantian massal terjadi pada menit ke-75. Potter memasukkan Daniel Svensson dan Ken Sema, sementara Moriyasu menyegarkan lini belakang dengan menghadirkan Yuto Nagatomo dan Tsuyoshi Watanabe menggantikan Keito Nakamura serta Ayumu Seko.
Ketegangan memuncak menjelang akhir laga. Pada menit ke-85, bintang Swedia Viktor Gyökeres ikut mengoleksi kartu kuning akibat pelanggaran, menandai betapa keras pertarungan fisik yang berlangsung. Potter masih sempat melakukan dua pergantian terakhir, memasukkan Carl Starfelt pada menit ke-87 dan Benjamin Nygren semenit berselang, untuk mengamankan keseimbangan tim.
Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan yang tercipta. Statistik menggambarkan laga yang nyaris berimbang: Jepang sedikit unggul dalam penguasaan bola dengan 52 persen, tetapi Swedia tampil lebih efektif dengan sepuluh tembakan dan lima di antaranya tepat sasaran, ditambah dominasi delapan sepak pojok berbanding dua.
Hasil imbang ini menjadi penutup yang adil bagi kedua tim. Jepang memperlihatkan ketajaman lewat momen Maeda, sementara Swedia membuktikan kualitas serangan baliknya melalui kolaborasi Gyökeres dan Elanga. Sebuah laga yang sarat intensitas dan menjadi bekal berharga jelang babak gugur.



💬 Komentar (0)