Efisiensi Meksiko Tumbangkan Ecuador di Banorte, Quinones Duet Maut dengan Jimenez
Meksiko membuktikan bahwa sepak bola tak selalu tentang siapa yang menguasai bola. Di Estadio Banorte, pasukan Javier Aguirre menyingkirkan Ecuador dengan skor 2-0 pada babak Round of 32 Piala Dunia 2026, meski hanya mengantongi 43 persen penguasaan bola sepanjang laga.
Statistik memperlihatkan kontras yang menarik. Ecuador besutan Sebastian Beccacece mengendalikan 57 persen permainan dan merebut delapan sepak pojok, namun hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang. Meksiko justru lebih tajam dengan 15 percobaan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan mereka tak menyia-nyiakan momen ketika peluang datang.
Gol pembuka lahir pada menit ke-22. Roberto Alvarado membaca ruang di sisi lapangan sebelum mengalirkan bola matang kepada Julian Quinones, yang menyelesaikannya dengan tenang untuk membawa El Tri memimpin. Momentum itu langsung dilanjutkan sembilan menit berselang. Kali ini giliran Quinones berbalik menjadi kreator, memberi umpan kepada Raul Jimenez yang menggandakan keunggulan pada menit ke-31. Dalam rentang singkat, Meksiko sudah mengubur harapan lawan.
Tertinggal dua gol, Ecuador mulai kehilangan ketenangan. Menjelang jeda, tepatnya menit 45+1, Angelo Franco diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan lawan dalam upaya menghentikan serangan Meksiko. Beccacece pun bereaksi cepat di ruang ganti, menarik Franco dan Joan Ordonez sekaligus untuk memasukkan Yaimar Medina serta Aaron Preciado saat babak kedua dimulai.
Babak kedua berjalan lebih terkendali bagi Meksiko. Aguirre memutar rotasi untuk menjaga stamina dan mengunci hasil. Bryan Gutierrez masuk menggantikan Gerardo Mora pada menit ke-58, disusul Orbelin Vargas yang menggantikan Luis Romo di menit ke-73. Satu menit kemudian, sang pencetak gol Jimenez ditarik keluar untuk memberi ruang bagi Santiago Gimenez. Pergantian-pergantian itu membuat lini serang Meksiko tetap segar tanpa mengendurkan tekanan.
Ecuador terus mencoba mengalirkan bola dan menumpuk penguasaan, tetapi kesulitan menembus organisasi pertahanan tuan rumah. Kevin Rodriguez masuk menggantikan Enner Valencia pada menit ke-59, lalu gelombang perubahan lain menyusul di menit ke-79 ketika Jeremy Caicedo dan Kendry Paez masuk menggantikan Jordy Yeboah dan Nilson Angulo. Namun daya dobrak yang diharapkan tak kunjung menghasilkan gol.
Aguirre menutup rotasinya di menit ke-80 dengan memasukkan Orbelin Pineda dan Israel Reyes menggantikan dua motor gol, Quinones dan Alvarado, sebuah keputusan yang seolah menegaskan pekerjaan sudah selesai.
Frustrasi Ecuador memuncak di menit-menit akhir. Paez menerima kartu kuning pada menit 90+3 karena pelanggaran menjatuhkan lawan. Situasi kian buruk ketika Piero Hincapie diusir wasit lewat kartu merah pada menit 90+5 akibat perilaku tidak sportif, membuat La Tri harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain. Belum cukup, Moises Caicedo pun menambah daftar pelanggaran dengan kartu kuning di menit 90+9, lagi-lagi karena tripping.
Total 14 pelanggaran yang dilakukan Ecuador menggambarkan betapa mereka kesulitan menghadapi transisi cepat Meksiko. Bagi Aguirre, kemenangan ini menjadi bukti bahwa efisiensi dan kedisiplinan bisa mengalahkan penguasaan bola. El Tri pun melangkah ke babak berikutnya dengan kepala tegak, sementara Ecuador harus pulang membawa penyesalan atas peluang yang tak pernah benar-benar mereka ciptakan.





๐ฌ Komentar (0)