Sentuhan Romo di Akron Bungkam Penguasaan Bola Korea Selatan
Estadio Akron menjadi saksi kemenangan tipis namun penuh perhitungan Meksiko atas Korea Selatan dengan skor 1-0 pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Satu sentuhan dari Luis Romo di awal babak kedua sudah cukup untuk memastikan tiga poin penting bagi El Tri.
Jalannya laga sebenarnya tak sepenuhnya berpihak pada tuan rumah. Javier Aguirre menurunkan formasi 4-3-3 yang menekankan transisi cepat, sementara Myung-Bo Hong memercayakan skema 3-4-2-1 yang membuat timnya lebih nyaman menguasai bola. Hasilnya terlihat di papan statistik: Korea Selatan unggul penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen, namun keunggulan itu tak pernah benar-benar berubah menjadi peluang berbahaya.
Tensi laga sudah terasa sejak menit ke-4. Lee Kang-In menjadi pemain pertama yang masuk buku catatan wasit setelah melakukan pelanggaran dan diganjar kartu kuning. Keputusan dini itu sedikit membatasi agresivitas gelandang Korea Selatan dalam mengejar bola di lini tengah.
Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan kedua tim sama-sama berhati-hati. Meksiko mengandalkan serangan vertikal yang lebih lugas, sedangkan Korea Selatan sibuk memutar bola tanpa menemukan celah tepat sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah turun minum. Pada menit ke-50, Luis Romo tampil sebagai pahlawan dengan menyelesaikan peluang menjadi gol normal yang mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol itu seketika mengubah ritme pertandingan dan memaksa Korea Selatan keluar dari zona nyaman.
Hong langsung merespons. Pada menit ke-57, ia memasukkan Hwang Hee-Chan menggantikan Lee Jae-Sung dan Oh Hyeon-Gyu menggantikan Son Heung-Min, sebuah perombakan berani di lini depan untuk mengejar gol penyeimbang. Sayangnya, semangat itu sedikit tercoreng ketika Paik Seung-Ho menerima kartu kuning di menit ke-58 akibat pelanggaran, menambah daftar masalah disiplin tim tamu.
Aguirre tak tinggal diam. Pada menit ke-71 ia menyegarkan lini tengah dengan memasukkan Orbelin Pineda dan Omar Vargas, masing-masing menggantikan Gutierrez dan sang pencetak gol Romo. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kestabilan permainan sekaligus mengganti tenaga yang mulai terkuras.
Korea Selatan terus melempar kartu serangan. Yang Hyun-Jun dan Eom Ji-Sung masuk di menit yang sama, disusul Cho Gue-Sung pada menit ke-77 menggantikan Paik Seung-Ho yang sudah dibebani kartu kuning. Namun, gelombang serangan itu tetap tumpul. Dari tujuh tembakan, hanya dua yang mengarah ke gawang.
Meksiko justru semakin tenang mengelola keunggulan. Aguirre menutup laga dengan serangkaian pergantian segar: Santiago Gimenez dan Israel Reyes masuk di menit ke-80 menggantikan Raul Jimenez dan Alvarado, lalu Cesar Huerta menyusul di menit ke-84. Rotasi ini membantu menjaga energi dan menutup ruang di lini pertahanan.
Hingga peluit panjang, skor 1-0 bertahan. Meksiko membuktikan bahwa efisiensi lebih menentukan daripada dominasi bola. Dengan delapan tembakan dan empat di antaranya tepat sasaran, El Tri lebih tajam meski kalah penguasaan. Bagi Korea Selatan, dominasi 57 persen penguasaan bola hanya menjadi catatan statistik tanpa hasil, sebuah pelajaran tentang pentingnya ketajaman di kotak penalti.




๐ฌ Komentar (0)