Trossard Dwigol, Belgia Gulung New Zealand 5-1 di BC Place
New Zealand 0-2 Belgium
New Zealand 1-5 Belgium
Belgia menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan pertunjukan ofensif yang nyaris tanpa ampun. Bertanding di BC Place, anak asuh Rudi Garcia menghancurkan New Zealand lima gol tanpa balas โ sebelum tuan momen sempurna itu sedikit ternoda oleh satu gol balasan menjelang akhir laga.
Sejak peluit awal, dua tim sama-sama tampil dalam formasi 4-2-3-1, namun perbedaan kualitas terasa cepat. Belgia mendominasi tempo dan menebar tekanan, sementara New Zealand mencoba bertahan rapat sembari menanti peluang sporadis. Tekanan itu berbuah pada menit ke-28 ketika Leandro Trossard membuka keran gol, memanfaatkan agresivitas serangan Belgia untuk menjebol gawang lawan.
Usai jeda, New Zealand justru langsung kena masalah. Marko Stamenic mendapat kartu kuning di menit ke-46 karena pelanggaran trip terhadap pemain Belgia, sebuah sinyal bahwa lini belakang Kiwi mulai kewalahan. Pelatih New Zealand merespons dengan memasukkan Joe Randall dan Ben Old menggantikan Sarpreet Singh dan Ryan Thomas, namun perubahan itu tak membendung serangan.
Hanya berselang lima menit dari kartu Stamenic, Trossard menggandakan koleksinya. Pada menit ke-50, ia menyelesaikan umpan matang Hans Vanaken untuk mencetak dwigol pribadi dan membawa Belgia unggul 2-0. Tekanan terus mengalir, dan di menit ke-56 Elliot Just terkena kartu kuning karena menahan lawan (holding), menambah catatan disiplin yang membengkak bagi New Zealand.
Kevin De Bruyne ikut menorehkan namanya di papan skor pada menit ke-66, memanfaatkan keunggulan teritorial untuk membuat kedudukan menjadi 3-0. Garcia kemudian merotasi pasukannya, menarik keluar Trossard dan De Bruyne pada menit ke-72 dengan memasukkan Alexis Saelemaekers dan Amadou Onana โ sebuah keputusan yang ternyata tetap menjaga ketajaman Belgia.
New Zealand sempat menemukan momen kebanggaan di menit ke-84. Elliot Just, yang sebelumnya terkena kartu, menebus kesalahannya dengan mencetak gol hiburan untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3. Namun euforia itu hanya sekejap.
Belgia langsung membalas. Romelu Lukaku, yang baru masuk pada menit ke-85 menggantikan Charles De Ketelaere, mencetak gol hanya semenit setelah berada di lapangan. Pada menit ke-86, ia menuntaskan assist Nicolas Raskin โ yang juga baru masuk โ untuk mengembalikan keunggulan empat gol.
Pesta belum usai. Di masa injury time menit ke-90+4, Saelemaekers melengkapi malam gemilang Belgia. Kali ini Lukaku berbalik menjadi pemberi assist, melayani Saelemaekers yang menutup laga dengan skor telak 5-1.
Statistik menggambarkan dominasi total. Belgia melepaskan 34 tembakan dengan sembilan mengarah ke gawang, jauh meninggalkan enam percobaan New Zealand yang hanya dua di antaranya tepat sasaran. Penguasaan bola Belgia mencapai 55 persen, ditambah delapan sepak pojok. New Zealand bahkan melakukan sepuluh pelanggaran, dua di antaranya berbuah kartu kuning.
Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Belgia, di mana pemain pengganti seperti Lukaku, Raskin, dan Saelemaekers sama efektifnya dengan starter. Bagi New Zealand, laga ini menjadi pengingat keras betapa lebarnya jurang kualitas di level Piala Dunia.


๐ฌ Komentar (0)