Piala Dunia

Tembok Disiplin Congo DR Bungkam Dominasi Portugal di NRG Stadium

📅 17 Juni 2026 · ✍️ Redaksi 2Babak
Tembok Disiplin Congo DR Bungkam Dominasi Portugal di NRG Stadium

Aroma kejutan menyeruak dari NRG Stadium ketika Congo DR memaksa Portugal berbagi poin 1-1 pada laga pembuka Grup Piala Dunia 2026. Dengan penguasaan bola yang timpang—75 persen milik Selecao das Quinas—hasil imbang ini terasa seperti kemenangan moral bagi anak asuh Sebastien Desabre.

Roberto Martinez menurunkan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan sirkulasi cepat di lini tengah, dan rencana itu langsung berbuah. Belum genap tujuh menit berjalan, Pedro Neto melepaskan umpan manis yang dituntaskan Joao Neves dengan tenang. Gol pada menit ke-6 itu membuat Portugal seolah akan menggelar pesta sepanjang sore.

Namun Congo DR yang bertahan disiplin dengan formasi 5-3-2 tak gentar. Lima bek mereka membentuk garis pertahanan rapat, sementara dua penyerang siap menusuk lewat serangan balik. Strategi ini menuntut konsentrasi tinggi, dan emosi pun kerap meninggi. Pada menit ke-13, Bernardo Silva sudah lebih dulu mengantongi kartu kuning akibat menjatuhkan lawan dengan tekel ceroboh.

Intensitas duel fisik berlanjut. Menit ke-32, kapten Congo DR Chancel Mbemba diganjar kartu kuning karena bermain terlalu keras saat berebut bola. Tekanan demi tekanan Portugal nyatanya tak mampu menembus blok pertahanan tim Afrika Tengah itu, dan justru di pengujung babak pertama petaka datang.

Pada menit ke-45+5, Arthur Masuaku merangsek dari sisi kiri dan melepaskan umpan yang disambar Yoane Wissa. Gol penyeimbang itu lahir nyaris di detik-detik terakhir babak pertama, mengubah total atmosfer pertandingan dan memompa kepercayaan diri pasukan Desabre.

Martinez bereaksi cepat. Begitu babak kedua dimulai, Francisco Conceicao masuk menggantikan Bernardo Silva yang sudah dibayangi kartu. Aliran serangan Portugal makin variatif ketika Rafael Leao menggantikan Pedro Neto pada menit ke-71, disusul Nelson Semedo yang masuk menggantikan Nuno Mendes semenit kemudian. Gelombang serangan terus dikirim, namun barisan belakang Congo DR—yang sempat diperkuat masuknya Charles Pickel dan Joris Kayembe pada menit ke-74—tetap kokoh.

Desabre memilih pragmatis dengan memasukkan tenaga-tenaga segar di sektor pertahanan dan depan. Simon Banza dan Gabriel Kalulu masuk pada menit ke-85 untuk menjaga stamina dan soliditas lini belakang yang kelelahan menahan gempuran.

Fakta bahwa Portugal hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan menjelaskan betapa frustrasinya mereka. Sebaliknya, Congo DR yang minim bola justru lebih efisien dengan dua tembakan akurat dari delapan upaya. Statistik penguasaan bola 75 berbanding 25 nyaris tak berarti di papan skor.

Menjelang akhir laga, ketegangan kembali memuncak di kubu Portugal. Menit ke-88, Nelson Semedo—yang baru masuk—diganjar kartu kuning karena menahan pergerakan lawan. Tak lama berselang, pada menit ke-90+2, Tomas Araujo menyusul mendapat kartu kuning akibat permainan kasar saat Portugal kalut mencari gol kemenangan.

Wasit akhirnya meniup peluit panjang dengan skor 1-1 tetap bertahan. Bagi Portugal, ini adalah peringatan awal bahwa dominasi penguasaan bola tak otomatis berbuah angka penuh. Sementara Congo DR pulang dengan satu poin berharga dan keyakinan bahwa disiplin serta keberanian bisa meredam tim-tim besar di pentas dunia.

Langkah keduanya kini ditentukan pada laga berikutnya, namun pembuka grup ini sudah menegaskan satu hal: tak ada lawan mudah di Piala Dunia 2026.

Reaksimu:

💬 Komentar (0)

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya

🔮Prediksi Skor