Piala Dunia

Drama Detik Akhir di Levi's Stadium: Khoukhi Selamatkan Qatar dari Cengkeraman Swiss

πŸ“… 13 Juni 2026 Β· ✍️ Redaksi 2Babak
Drama Detik Akhir di Levi's Stadium: Khoukhi Selamatkan Qatar dari Cengkeraman Swiss

Levi's Stadium menjadi saksi sebuah penyelamatan dramatis. Qatar, yang nyaris sepanjang laga dikurung oleh dominasi Switzerland, akhirnya pulang dengan satu poin berharga setelah Boualem Khoukhi mencetak gol penyeimbang pada menit 90+4. Laga perdana Grup Stage Piala Dunia 2026 ini berakhir 1-1 dalam atmosfer yang penuh ketegangan hingga peluit terakhir.

Julen Lopetegui menurunkan Qatar dengan skema 4-3-3, sebuah pilihan yang sejak awal lebih menekankan kerapian bertahan ketimbang berani menguasai bola. Di seberang lapangan, Murat Yakin menyusun Switzerland dalam formasi cermin 4-3-3, namun dengan ambisi menyerang yang jauh lebih agresif. Hasilnya terlihat di papan statistik: Swiss menggenggam 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan, berbanding hanya 7 percobaan milik Qatar.

Tanda-tanda buruk bagi tuan rumah muncul cepat. Pada menit 16, Mostafa Abunada lebih dulu dihukum kartu kuning karena delay of game, mengulur waktu yang membuat wasit kehabisan kesabaran. Hanya semenit berselang, petaka datang. Swiss mendapat hadiah penalti dan Breel Embolo melaksanakan tugasnya dengan tenang pada menit 17, mengirim bola ke sudut yang tak terjangkau kiper Qatar. Swiss memimpin 1-0.

Tekanan terus mengalir. Menit 23, Jassem Gaber menyusul masuk buku catatan wasit setelah melakukan roughing, pelanggaran kasar yang menggambarkan betapa kewalahannya lini tengah Qatar meredam aliran bola lawan. Swiss sendiri tak luput dari indisipliner; menit 42, Denis Zakaria diganjar kartu kuning karena tripping, menjatuhkan pemain Qatar saat mencoba menghentikan serangan balik.

Memasuki babak kedua, Lopetegui mengambil keputusan berani dengan tiga pergantian sekaligus di menit 60. Ahmed Fathi, Karim Boudiaf, dan Ahmed Alaaeldin masuk menggantikan Al Oui, Gaber, dan Abdurisag, mencoba menyuntik energi baru. Yakin merespons lima menit kemudian dengan memasukkan Johan Manzambi dan Fabian Rieder untuk menjaga intensitas serangan.

Meski Swiss terus menggedor dan menciptakan sembilan sepak pojok, barisan pertahanan Qatar bertahan dengan disiplin. Babak akhir diwarnai rotasi pemain dari kedua kubu. Qatar memasukkan Mohammed Al Mannai (79'), Hassan Al Haydos (88'), sementara Swiss menambah amunisi lewat Zeki Amdouni (79'), Miro Muheim dan Ardon Jashari (89') untuk menutup pertandingan.

Namun justru di saat Swiss merasa kemenangan sudah di tangan, mimpi buruk datang. Pada menit 90+4, Hashim Al Amin melepaskan umpan matang yang disambut sempurna oleh Boualem Khoukhi. Sepakannya merobek jala Switzerland dan mengubah skor menjadi 1-1. Levi's Stadium meledak; sebuah gol yang lahir dari keuletan, bukan dari dominasi.

Statistik memang berpihak pada Swiss yang lebih banyak menguasai bola dan menembak, tetapi hanya tujuh dari 25 percobaan mereka yang menemui sasaran. Qatar, dengan empat tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan, membuktikan bahwa efisiensi kadang lebih berharga daripada penguasaan.

Hasil imbang ini menjadi pelajaran berbeda bagi kedua tim. Bagi Swiss, dua poin yang terbuang di detik akhir terasa menyakitkan. Sementara bagi Qatar, gol Khoukhi adalah suntikan moral besar untuk melangkah ke pertandingan berikutnya dengan kepala tegak.

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya