Piala Dunia

Tembok Saudi Nyaris Bertahan, Araujo Selamatkan Bielsa di Hard Rock

πŸ“… 16 Juni 2026 Β· ✍️ Redaksi 2Babak
Tembok Saudi Nyaris Bertahan, Araujo Selamatkan Bielsa di Hard Rock

Drama pembuka Grup Stage Piala Dunia 2026 tersaji di Hard Rock Stadium ketika Saudi Arabia menahan imbang Uruguay dengan skor 1-1. Sebuah hasil yang terasa seperti kemenangan moral bagi pasukan Georgios Donis, mengingat betapa dominannya La Celeste sepanjang sembilan puluh menit.

Dari peluit awal, rencana kedua pelatih terbaca jelas. Donis menurunkan formasi 4-4-2 yang pragmatis, memadatkan lini tengah dan rela menyerahkan bola kepada lawan. Di seberang, Marcelo Bielsa setia dengan filosofi menyerangnya lewat skema 4-2-3-1, mendorong para pemainnya menekan tinggi tanpa henti. Hasilnya tergambar di statistik: Uruguay menguasai 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 24 tembakan, sembilan di antaranya tepat sasaran.

Namun sepak bola tidak selalu tunduk pada angka. Justru tim yang lebih banyak bertahan yang lebih dulu menggetarkan jala. Pada menit ke-41, Saudi Arabia mengejutkan publik. Memanfaatkan situasi yang jarang mereka dapatkan, A. Al Amri muncul sebagai pahlawan dengan sebuah gol untuk membawa timnya unggul 1-0 menjelang turun minum. Sorak-sorai pendukung Hijau berpadu dengan kepuasan strategi bertahan yang membuahkan hasil.

Kegembiraan itu sedikit ternoda hanya tiga menit berselang. Di menit ke-44, Al Amri yang baru saja mencetak gol justru harus menerima kartu kuning. Wasit menghukumnya karena tindakan kasar (roughing) saat berduel dengan lawan, sebuah peringatan yang memaksanya bermain lebih hati-hati di babak kedua.

Masuk paruh kedua, Bielsa langsung bereaksi. Ia menarik M. Vina dan D. Nunez sekaligus, memasukkan J. Sanabria serta A. Canobbio untuk menambah daya dobrak dari menit pertama babak kedua. Uruguay pun makin menggempur, memenangi sepuluh sepak pojok dan menekan pertahanan Saudi tanpa ampun. Donis merespons dengan menurunkan N. Al Dawsari menggantikan M. Al Juwayr di menit ke-63 demi menyegarkan lini.

Bielsa terus memutar otak. Di menit ke-72, N. de la Cruz menggantikan M. Ugarte untuk menambah kreativitas. Tekanan bertubi-tubi itu akhirnya berbuah pada menit ke-80. M. Araujo, sosok yang biasanya identik dengan tugas bertahan, justru menjelma penyelamat dengan menjebol gawang Saudi Arabia dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Ironisnya, sesaat setelah mencetak gol penyeimbang, Araujo langsung ditarik keluar pada menit ke-81 digantikan B. Rodriguez. Di waktu bersamaan, Saudi memasukkan N. Boushal untuk menggantikan M. Abu Al Shamat guna menjaga keseimbangan.

Menjelang akhir, kedua pelatih melakukan rotasi besar. Bielsa memasukkan R. Aguirre menggantikan F. Vinas di menit ke-90, sementara Donis melakukan tiga pergantian sekaligus pada masa injury time, menurunkan A. Lajami, A. Al Hamdan, dan A. Hejji. Langkah itu sekaligus menjadi taktik mengulur waktu untuk mengamankan satu poin berharga.

Dengan sebelas pelanggaran berbanding enam, terlihat betapa Saudi Arabia harus bekerja ekstra keras meredam serangan Uruguay. Catatan tujuh tembakan dengan tiga tepat sasaran menunjukkan efisiensi mereka, meski penguasaan bola hanya 35 persen.

Hasil imbang ini membuka grup dengan rasa puas yang berbeda bagi kedua kubu. Uruguay tampil dominan namun gagal memaksimalkan keunggulan, sementara Saudi Arabia membuktikan bahwa disiplin dan keberanian bisa menjadi senjata melawan tim besar.

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya