Kilat Saibari di Menit Kedua Cukupkan Maroko Bungkam Scotland di Gillette
Maroko membuka langkah ambisius di Grup babak kedua Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis namun bernyawa atas Scotland. Bertarung di Gillette Stadium, anak asuh Mohamed Ouahbi menang 1-0 lewat gol yang lahir nyaris sebelum penonton sempat menghangatkan kursi mereka.
Laga baru berjalan dua menit ketika Maroko sudah merobek jala Scotland. Brahim Diaz menjadi otak serangan, mengirim umpan matang yang disambar Ismael Saibari untuk menjebol gawang tuan rumah. Gol kilat itu langsung mengubah peta pertandingan, memaksa Scotland keluar dari rencana awal dan mengejar ketertinggalan sejak menit-menit pembuka.
Steve Clarke menurunkan formasi 4-4-1-1 yang menumpuk lini tengah, namun racikan itu kesulitan menembus blok pertahanan rapi Maroko yang bermain dengan pola 4-2-3-1. Dua gelandang bertahan Singa Atlas menutup ruang, sementara Brahim Diaz dan kawan-kawan kerap merepotkan lewat transisi cepat.
Tensi mulai meninggi pada menit ke-23 saat Ilias Diop diganjar kartu kuning. Bek Maroko itu menarik lawannya dalam duel perebutan posisi, sebuah pelanggaran holding yang membuat wasit tak ragu mengeluarkan kartu. Maroko sejak itu lebih berhati-hati dalam mengawal, meski tetap mendominasi penguasaan bola hingga 59 persen sepanjang laga.
Clarke mencoba menyegarkan serangan dengan memasukkan Ben Gannon-Doak menggantikan Kieran Tierney pada menit ke-60, berharap kecepatan sang pemain sayap bisa membuka celah. Namun lima menit berselang, giliran kapten Andrew Robertson yang masuk buku catatan wasit. Pada menit ke-65, Robertson dihukum kartu kuning karena menahan pergerakan pemain Maroko, sebuah pelanggaran holding yang menandai frustrasi tuan rumah.
Di menit ke-71, Clarke mengambil langkah ganda dengan menarik Che Adams dan Ryan Christie, memasukkan Lyndon Dykes serta Kenny McLean. Tujuannya jelas: menambah daya gedor dan kehadiran fisik di kotak penalti. Namun upaya itu tak kunjung membuahkan ancaman berarti. Statistik berbicara getir bagi Scotland—enam tembakan dilepaskan, tetapi tak satu pun yang mengarah tepat ke sasaran.
Maroko justru tampil lebih meyakinkan dalam urusan finishing relatif. Dengan dua belas percobaan dan dua di antaranya tepat sasaran, plus lima sepak pojok berbanding satu milik Scotland, Singa Atlas memang lebih layak unggul. Penguasaan bola 59 persen menggambarkan bagaimana mereka mengendalikan irama dan memaksa tuan rumah lebih banyak mengejar bayangan.
Menjelang akhir laga, Ouahbi melakukan rotasi besar pada menit ke-84 dengan memasukkan Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Achraf Amaimouni untuk menyegarkan tenaga dan menjaga keunggulan. Sang pencetak gol, Saibari, ditarik keluar dengan tepuk tangan setelah menorehkan momen krusial. Scotland membalas dengan memasukkan Anthony Ralston dan Ross Stewart di menit ke-89, sementara El Mourabet melengkapi pergantian terakhir Maroko di menit ke-90.
Usaha akhir Scotland tetap mentok pada rapatnya pertahanan Maroko. Sepuluh pelanggaran yang mereka lakukan menunjukkan betapa kerasnya perjuangan The Tartan Army yang gagal menemukan ritme. Peluit panjang menegaskan kemenangan berharga bagi Maroko, sebuah hasil yang dibangun dari satu momen brilian di awal dan disiplin yang terjaga hingga menit terakhir di Gillette Stadium.



💬 Komentar (0)