Piala Dunia

Pesta Lima Gol Swedia, Ayari Buka dan Tutup Pelajaran bagi Tunisia

πŸ“… 15 Juni 2026 Β· ✍️ Redaksi 2Babak
Pesta Lima Gol Swedia, Ayari Buka dan Tutup Pelajaran bagi Tunisia

Estadio BBVA menjadi panggung dominasi Swedia saat tim asuhan Graham Potter menghajar Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga perdana fase grup Piala Dunia 2026. Sebuah hasil yang sekaligus mengirim pesan tegas kepada para pesaing di grup.

Menariknya, kemenangan ini lahir bukan dari penguasaan bola. Tunisia justru sedikit unggul dengan 51 persen, tetapi angka itu hanya menjadi statistik kosong. Swedia jauh lebih tajam, melepaskan 13 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, berbanding hanya enam percobaan milik Tunisia yang dua tepat sasaran.

Potter menurunkan formasi 3-1-4-2 yang dinamis, dan hasilnya langsung terlihat sejak menit ketujuh. Yasin Ayari membuka rekening dengan gol pembuka yang membungkam barisan lima bek racikan Sabri Lamouchi. Tekanan terus berlanjut hingga menit ke-30, ketika Alexander Isak menuntaskan umpan matang dari Viktor Gyokeres untuk menggandakan keunggulan.

Tunisia sempat menyalakan harapan menjelang turun minum. Pada menit ke-43, Omar Rekik memanfaatkan kreativitas Hannibal Mejbri untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol itu memberi sedikit napas bagi anak asuh Lamouchi yang bermain dengan tiga gelandang sebagai penyeimbang.

Namun babak kedua menjadi milik penuh Swedia. Tunisia kian tertekan, dan disiplin mereka mulai goyah. Pada menit ke-54, Rani Khedira diganjar kartu kuning setelah menjatuhkan lawan dengan pelanggaran tripping, sebuah tanda bahwa lini tengah Tunisia mulai kewalahan mengejar tempo permainan.

Lima menit berselang, hubungan Isak dan Gyokeres kembali berbicara. Kali ini peran terbalik: Isak menjadi pemberi assist, sementara Gyokeres menyelesaikan dengan tenang untuk membuat kedudukan 3-1. Duet penyerang ini menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Tunisia sepanjang laga.

Potter melakukan penyegaran pada menit ke-65 dengan memasukkan Elliot Stroud dan Lucas Bergvall menggantikan Gudmundsson dan Nygren. Lamouchi merespons dengan tiga pergantian sekaligus di menit ke-72, menurunkan Tounekti, Belhadj, dan Achouri, tetapi perubahan itu tak mampu membendung gelombang serangan tuan rumah.

Mattias Svanberg, yang baru masuk pada menit ke-84 menggantikan Karlstrom, langsung memberi dampak. Di menit yang sama ia menjebol gawang Tunisia setelah lagi-lagi dilayani Isak, yang malam itu mencatat torehan luar biasa sebagai penyuplai tiga assist. Skor pun berubah menjadi 4-1.

Pesta belum berakhir. Di masa tambahan babak kedua, tepatnya menit 90+6, Yasin Ayari melengkapi malam istimewanya dengan gol kedua. Kali ini Bergvall yang menjadi arsitek, mengirim umpan yang dituntaskan Ayari untuk menutup laga dengan skor 5-1.

Dengan empat sepak pojok dan permainan yang lebih efisien, Swedia membuktikan bahwa penguasaan bola bukan satu-satunya tolok ukur. Mereka mengeksekusi peluang dengan dingin, sementara Tunisia gagal menerjemahkan dominasi possession menjadi ancaman nyata.

Kemenangan besar ini menjadi modal sempurna bagi Swedia untuk melaju di fase grup. Bagi Tunisia, pekerjaan rumah Lamouchi sangat jelas: memperbaiki soliditas pertahanan dan menemukan ketajaman sebelum laga berikutnya.

← Kembali ke daftar berita

Berita Lainnya