Manzambi Sinar Baru Swiss, Vargas Sentakan Kilat Singkirkan Kanada di BC Place
Vancouver menjadi saksi ketangguhan Swiss saat menundukkan tuan rumah benua, Kanada, dengan skor 2-1 pada laga ketiga fase grup Piala Dunia 2026 di BC Place. Anak asuh Murat Yakin tampil efisien, sementara Kanada yang lebih agresif justru pulang dengan tangan hampa.
Babak pertama berjalan ketat dan penuh gesekan. Tensi memuncak pada menit ke-32 ketika wasit mengeluarkan dua kartu kuning sekaligus akibat insiden panas: Cyle Larin dari kubu Kanada dan kapten Swiss Granit Xhaka sama-sama diganjar peringatan karena tindakan tidak sportif. Hingga turun minum, papan skor tetap kosong meski Kanada lebih banyak menebar ancaman.
Yang menarik, justru Swiss yang menyimpan amunisi paling tajam. Baru beberapa detik babak kedua bergulir, mereka langsung memukul. Pada menit ke-46, Johan Manzambi mengirim umpan matang yang dituntaskan Ruben Vargas menjadi gol pembuka. Kanada belum sempat menata diri.
Keunggulan itu menggandakan kepercayaan diri Swiss. Menit ke-57, giliran sang pemberi assist berubah menjadi eksekutor. Manzambi menyambut suplai Breel Embolo dan menjebol gawang Kanada untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Dalam rentang sebelas menit, formasi 4-2-3-1 racikan Yakin sukses memaksimalkan momentum awal paruh kedua.
Jesse Marsch bereaksi cepat. Pada menit ke-58 ia melakukan tiga perubahan sekaligus, memasukkan Stephen Eustaquio, Liam Millar, dan Tani Oluwaseyi untuk menggantikan Mathieu Choiniere, Ali Ahmed, serta Cyle Larin. Tujuannya jelas: menambah daya dobrak dan menyegarkan lini serang yang mandek.
Gebrakan Marsch berbuah hasil setelah ia memasukkan Jonathan David menggantikan Tajon Buchanan pada menit ke-75. Hanya semenit berselang, David menebus kepercayaan itu. Memanfaatkan umpan Niko Saliba, ia memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-76 dan menyalakan kembali harapan Kanada.
Yakin menjawab tekanan dengan rotasi pertahanan dan tempo. Silvan Widmer dan Michel Aebischer masuk menggantikan Loris Jaquez dan Djibril Sow pada menit ke-74, disusul Dan Ndoye yang menggantikan Vargas di menit ke-80. Menjelang akhir, Christian Fassnacht dan Cedric Itten dimasukkan untuk Manzambi dan Embolo guna mengamankan keunggulan.
Kanada terus menggempur dan sempat membuat barisan belakang Swiss kerepotan. Namun usaha mereka kembali tersendat ketika Liam Millar diganjar kartu kuning pada menit ke-87 karena menahan lawan. Pelanggaran itu memutus ritme serangan tuan rumah benua di saat-saat krusial.
Statistik justru menunjukkan dominasi teritorial Kanada yang tak berbuah maksimal. Mereka melepaskan 11 tembakan dengan lima tepat sasaran dan meraih tujuh sepak pojok, jauh lebih banyak dibanding Swiss yang hanya melepas enam percobaan, empat di antaranya akurat, serta dua tendangan sudut. Swiss unggul tipis penguasaan bola 56 persen berbanding 44 persen, namun memenangi laga lewat efisiensi.
Satu catatan menarik, Swiss melakukan 19 pelanggaran, lebih banyak dari Kanada yang membukukan 12. Permainan keras menjadi senjata Yakin untuk meredam laju Kanada yang kerap mengandalkan kecepatan transisi.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Swiss adalah tim yang tahu kapan harus menyengat. Dua gol secepat kilat di awal babak kedua menjadi pembeda, sementara Kanada harus menyesali ketajaman yang baru muncul terlambat. Bagi Manzambi, malam di Vancouver ini menjadi panggung sempurna dengan satu gol dan satu assist.




๐ฌ Komentar (0)