Nasib Unik Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Tidur di Meksiko, Main di Amerika
Bayangkan kamu harus menempuh perjalanan lintas negara, melewati pos perbatasan yang antreannya bisa berjam-jam, hanya untuk bisa bertanding. Itulah realita yang kini dihadapi Timnas Iran jelang Piala Dunia 2026. Sebuah situasi yang belum pernah terjadi di turnamen akbar ini.
Markas di Tijuana, Laga di Amerika
Ceritanya bermula dari ketegangan geopolitik. Timnas sepak bola Iran akan tidur di Meksiko dan bepergian ke Amerika Serikat pada hari-hari pertandingan setelah Washington menolak menampung skuad tersebut selama turnamen. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi bahwa FIFA mendekati pemerintahnya, dan ia menegaskan, "Kami tidak punya alasan untuk menolak mereka tinggal di Meksiko."
Akibatnya, skuad asuhan Team Melli menjadikan kota Tijuana sebagai markas. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni, Belgia di Los Angeles pada 21 Juni, dan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Ketiganya laga Grup G yang digelar di tanah Amerika.
Ancaman Nyata buat Performa
Pertanyaan besarnya: bagaimana ini memengaruhi kondisi pemain? Setiap kali menyeberang, waktu persiapan dan pemulihan yang sangat diandalkan atlet profesional ikut terpangkas. Untuk laga melawan Mesir di Seattle saja, skuad diperkirakan terbang secara privat dari Tijuana dengan perjalanan sekitar dua setengah hingga tiga jam sekali jalan, karena tidak ada penerbangan komersial langsung.
Padahal di atas kertas, Iran yang menempati peringkat ke-20 dunia dianggap kandidat kuat finis kedua di grup dan lolos ke babak gugur bersama Belgia. Apakah hambatan logistik ini akan menggerus ambisi mereka? Kita tunggu jawabannya saat bola mulai bergulir. Simak terus berita Piala Dunia lainnya di sini.
Sumber berita: CNN, The New Arab, Benzinga; Foto: Lrios82 / CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons)

