Pesta Empat Gol Jepang di Estadio BBVA, Tunisia Tak Berdaya
Estadio BBVA menjadi panggung dominasi penuh Jepang. Pasukan Hajime Moriyasu menggebuk Tunisia empat gol tanpa balas pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026, sebuah hasil yang menegaskan jurang kualitas di lapangan.
Menariknya, kedua tim sama-sama turun dengan formasi 3-4-2-1. Namun di tangan Moriyasu, skema itu berubah menjadi mesin penyerangan yang efisien, sementara racikan serupa milik Herve Renard justru kandas tak berbentuk. Statistik akhir menjadi cermin paling jujur: Jepang menguasai 62 persen bola dan melepaskan 11 tembakan dengan lima mengarah ke sasaran, sedangkan Tunisia hanya sanggup melepaskan dua percobaan dan tak satu pun tepat sasaran.
Jepang langsung tancap gas. Baru empat menit berjalan, Daichi Kamada membuka pesta gol setelah memaksimalkan umpan matang Ko Nakamura. Gol cepat itu memaksa Tunisia bermain dari belakang, sesuatu yang tak pernah benar-benar mereka selesaikan.
Tekanan terus mengalir hingga menit ke-31. Kali ini giliran Ayase Ueda menggandakan keunggulan, menyambut bola kiriman Ko Itakura yang melepaskan diri dari kepungan pemain Tunisia. Dua gol di babak pertama membuat Renard tak punya pilihan selain mengubah strategi saat jeda.
Di awal babak kedua, sang pelatih Prancis langsung memasukkan dua nama sekaligus: Ismael Gharbi menggantikan Elias Saad dan Montassar Ben Hamida masuk menggantikan Dylan Bronn. Perubahan itu sempat memberi sedikit keberanian, namun tak mampu meredam gelombang serangan lawan.
Upaya Tunisia menyegarkan lini serang lewat masuknya Firas Chaouat untuk Sebastian Tounekti pada menit ke-65 pun sia-sia. Empat menit kemudian, Junya Ito justru memperlebar keunggulan menjadi 3-0. Gol ini lahir dari kerja sama apik dengan Ueda yang berperan sebagai pemberi assist, membalikkan peran setelah sebelumnya menjadi pencetak gol.
Moriyasu lantas membaca laga sudah aman dan mulai merotasi pemain andalannya. Jin Suzuki masuk menggantikan Kamada pada menit ke-73, disusul Yukinari Sugawara yang menggantikan Ritsu Doan semenit kemudian. Pada menit ke-79, dua perubahan lagi dilakukan dengan masuknya Yuito Suzuki untuk Nakamura serta Ayumu Seko menggantikan Takehiro Tomiyasu.
Rotasi itu tak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-83, Ueda kembali menjadi bintang. Memanfaatkan umpan Kota Sano, ia melengkapi brace sekaligus memastikan skor telak 4-0. Tepat setelah golnya, Moriyasu menariknya keluar dan memasukkan Keita Goto sebagai bentuk penghormatan kepada sang pencetak dua gol.
Di sisa waktu, Renard melakukan pergantian terakhir pada menit 90+1 dengan memasukkan Elias Achouri dan Rami Khedira menggantikan Ali Abdi dan Ellyes Skhiri, lebih sebagai langkah formalitas di tengah kekalahan yang sudah tak terbantahkan.
Menariknya, meski Jepang tampil agresif sepanjang laga, wasit tak perlu mengeluarkan satu kartu pun. Padahal Jepang tercatat melakukan 15 pelanggaran berbanding delapan milik Tunisia, sebuah bukti bahwa intensitas tinggi mereka tetap berada dalam batas kendali.
Kemenangan ini menjadi modal besar bagi Samurai Biru untuk melaju ke fase berikutnya, sementara Tunisia harus berbenah total demi menjaga asa di sisa fase grup.



💬 Komentar (0)