Badai Tujuh Menit Belanda Bungkam Tunisia di Arrowhead
Tunisia 0-3 Netherlands
Tunisia 1-3 Netherlands
Belanda menutup babak penyisihan Grup dengan pernyataan tegas. Di Arrowhead Stadium, pasukan Ronald Koeman menghajar Tunisia 3-1 dalam pertandingan ketiga fase grup Piala Dunia 2026 yang sebenarnya nyaris ditentukan hanya dalam tujuh menit pertama.
Koeman menurunkan skema 4-3-3 yang langsung menekan tinggi, dan rencananya berbuah manis secepat kilat. Baru tiga menit berjalan, tekanan Belanda memaksa Ellyes Skhiri salah mengantisipasi bola di kotaknya sendiri. Gol bunuh diri pun tercipta, membuat publik Tunisia terdiam sebelum sempat menghela napas.
Derita tim asuhan Hervรฉ Renard belum berakhir. Pada menit ketujuh, Virgil van Dijk yang tampil bukan sekadar tembok pertahanan menyodorkan umpan matang ke Brian Brobbey. Sang penyerang menuntaskannya dengan tenang, menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Belanda seolah ingin menyelesaikan urusan sebelum pertandingan benar-benar memanas.
Tunisia yang turun dengan formasi bertahan 5-3-2 sempat kewalahan menahan gelombang serangan oranye. Namun Renard pantas dipuji karena timnya tak menyerah. Setelah jeda, semangat tuan rumah tampak berbeda. Menit ke-54, Hannibal Mejbri menjadi otak serangan dengan mengirim bola kepada Hazem Mastouri. Tanpa ragu, Mastouri memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 dan menyalakan kembali harapan.
Sayang, momentum itu tak bertahan lama. Belanda merespons dengan ketenangan khas tim yang menguasai laga. Pada menit ke-62, Tijjani Reijnders melepas umpan presisi yang dimanfaatkan bek Jan Paul van Hecke untuk menanduk masuk gol ketiga. Skor 3-1 itu mengembalikan jarak aman dan praktis mematahkan ambisi comeback Tunisia.
Renard bergerak cepat dari bangku cadangan demi mengubah ritme. Pada menit ke-67 Mohamed Hadj Mahmoud masuk menggantikan Rani Khedira, disusul gelombang perubahan di menit ke-68 ketika Elias Achouri dan Mortadha Ben Ouanes menggantikan Anis Ben Slimane serta Mohamed Amine Ben Hamida. Firas Chaouat lalu masuk menggantikan Ismael Gharbi pada menit ke-75 untuk menambah daya gedor.
Koeman pun memutar pemainnya, namun lebih untuk menjaga kebugaran sekaligus memberi menit bermain. Menit ke-72 menjadi titik rotasi besar Belanda: Teun Koopmeiners, Justin Kluivert, dan Crysencio Summerville masuk menggantikan Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders, serta Donyell Malen. Memphis Depay kemudian menggantikan Brobbey pada menit ke-77, sementara Noa Lang masuk menggantikan Cody Gakpo di menit ke-84. Tunisia menutup perubahannya dengan menarik Mastouri demi Sebastian Tounekti di menit ke-90.
Dominasi Belanda tergambar jelas lewat statistik. Pasukan oranye menguasai bola hingga 72 persen berbanding 28 persen milik Tunisia, sekaligus melepaskan 20 tembakan dengan tujuh di antaranya tepat sasaran. Tunisia tak lantas pasif; mereka mencatatkan 10 percobaan dengan empat mengarah ke gawang, sebuah angka yang menunjukkan keberanian meski kalah penguasaan permainan.
Menariknya, laga sengit ini berjalan tanpa satu pun kartu, dengan jumlah pelanggaran yang seimbang, sebelas dari Tunisia dan sepuluh dari Belanda. Tim asuhan Koeman menutup fase grup dengan modal moral yang kuat, sementara Tunisia harus menelan kekalahan kendati tampil dengan kepala tegak hingga peluit panjang.



๐ฌ Komentar (0)