Pochettino Petik Tiga Poin di Seattle, USA Tundukkan Australia Lewat Babak Pertama yang Efisien
Tuan rumah bersama, Amerika Serikat, melanjutkan langkah positif di Piala Dunia 2026. Bertanding di Lumen Field, Seattle, skuad asuhan Mauricio Pochettino menundukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua fase grup. Dua gol yang lahir di babak pertama menjadi modal cukup untuk meredam perlawanan Socceroos.
Pochettino menurunkan formasi 3-5-2 yang menumpuk lini tengah, sementara Tony Popovic memilih bertahan rapat dengan 5-4-1. Strategi reaktif Australia itu justru bocor lebih cepat dari perkiraan. Pada menit ke-11, tekanan Amerika di kotak penalti berbuah petaka bagi tamunya: Cameron Burgess gagal mengantisipasi bola dan justru membelokkannya ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu membuat Australia harus mengejar sejak awal.
Tertinggal membuat Socceroos kehilangan ketenangan. Hanya berselang lima menit, Jordan Bos diganjar kartu kuning pada menit ke-16 karena bermain kasar. Tekanan itu berlanjut saat Alessandro Circati menyusul ke buku catatan wasit pada menit ke-32 setelah menjatuhkan lawan. Indisipliner Australia memuncak ketika pertahanan mereka kembali jebol. Pada menit ke-43, Alex Freeman menuntaskan peluang dengan dingin untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0, persis sebelum turun minum.
Popovic merespons agresif di ruang ganti. Begitu babak kedua dimulai, ia melakukan tiga pergantian sekaligus pada menit ke-46: Jacob Geria, Calem Metcalfe, dan Nestory Irankunda masuk menggantikan Burgess, Nicolas Velupillay, dan Mohamed Toure. Cristian Volpato kemudian menyusul pada menit ke-61 menggantikan Mathew Leckie demi menambah daya gedor. Sayang, perubahan itu tak mampu menembus blok pertahanan Amerika yang disiplin.
Di sisi tuan rumah, Antonee Robinson sempat mendapat kartu kuning pada menit ke-56 karena pelanggaran tripping. Pochettino lalu mengelola tempo dengan rotasi: Sergino Berhalter masuk menggantikan Ricardo Pepi pada menit ke-74, lalu Joe Scally dan Auston Trusty menggantikan Sergino Dest dan Antonee Robinson pada menit ke-80 untuk menyegarkan sektor sayap dan bertahan.
Menjelang akhir, laga sempat memanas. Pada menit ke-88, Harry Souttar diganjar kartu kuning karena perilaku tidak sportif. Ketegangan berlanjut semenit kemudian saat Folarin Balogun dan Joe Italiano sama-sama menerima kartu kuning pada menit ke-89 dengan alasan serupa, unsportsmanlike conduct. Wasit juga mencatat nama Chris Richards pada menit ke-90+3 karena menghalangi pergerakan lawan.
Statistik menegaskan dominasi Amerika. Mereka menguasai 62 persen penguasaan bola, melepaskan 10 tembakan dengan dua tepat sasaran, serta mengoleksi tujuh sepak pojok. Australia hanya mampu mencatat lima percobaan dengan dua mengarah ke gawang dan empat tendangan sudut. Yang mencolok, Socceroos justru melakukan 16 pelanggaran berbanding 12 milik tuan rumah, gambaran betapa mereka kerepotan menahan serangan.
Menit-menit tambahan dipakai Pochettino untuk memberi kesempatan kepada Haji Wright dan Giovanni Reyna, yang masuk menggantikan Balogun dan Weston McKennie pada menit ke-90+6. Tak ada gol tambahan, dan kemenangan 2-0 pun resmi menjadi milik tuan rumah.
Tiga poin ini memberi Amerika Serikat napas lega di fase grup, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan Pochettino yang mengandalkan penguasaan bola dan ketenangan di depan gawang. Bagi Australia, kekalahan ini menjadi catatan koreksi, terutama soal kedisiplinan yang berulang kali merugikan mereka sepanjang laga.



💬 Komentar (0)